Kompas.com - 08/02/2018, 17:16 WIB
Chick Corea Elektric Band tampil di panggung Hall D2 Java Jazz Festival 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (4/3/2017) malam. KOMPAS.COM/ANDREAS LUKAS ALTOBELIChick Corea Elektric Band tampil di panggung Hall D2 Java Jazz Festival 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (4/3/2017) malam.
|
Editor Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com – Genre musik jazz bagi sebagian orang masih dianggap sebagai genre musik yang eksklusif dengan nada-nada yang rumit.

Dari segi umur bahkan jazz kerap diidentikan sebagai musik yang dewasa dan belum terlalu menyentuh segmentasi anak muda.

Pada gelaran Java Jazz Festival 2018, misalnya, kelompok muda disasar untuk sekaligus mengedukasi mereka bahwa jazz bisa dinikmati semua umur.

Namun, genre musik jazz sebetulnya tak serumit yang dibayangkan. Ini dikatakan oleh musisi jazz senior Mus Mujiono.

Ia memandang gelaran jazz saat ini sudah banyak digelar di Indonesia dan menunjukkan bahwa sambutan untuk musik jazz sudah lebih luas.

“Di Indonesia sudah mulai menjamur event-event jazz, terus anak-anak muda sambutannya juga sudah bagus,” ujar Mus Mujiono saat ditemui usai mengisi acara syukuran Kompas Gramedia, Kamis (8/2/2018).

Jazz, kata dia, juga memiliki banyak sekali genre. Mulai dari reggae jazz, pop jazz, fusion, dan lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sebetulnya jazz itu tidak identik rumit. Ada juga jazz yang easy listening. Ada fusion jazz, itu yang bisa dipelajari pemula-pemula dengan mudah,” tuturnya.

Belajar jazz juga bisa dilakukan dengan mudah. Mus Mujiono menyinggung teknologi yang sudah berkembang pesat dan bisa dimanfaatkan untuk belajar musik, misalnya YouTube. Sehingga, siapapun bisa mempelajari jazz dengan cara otodidak tanpa mengikuti sekolah musik.

Pelantun “Tanda-Tandanya” ini juga menganggap jazz memiliki penggemar tanpa batasan umur. Ia mencontohkan grup musik Rolling Stones yang memiliki penggemar lintas generasi. Menurutnya, banyak pula musisi jazz senior tanah air yang masih eksis hingga kini.

Ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang ingin belajar bermain musik jazz. Sebab, Mus Mujiono menilai jazz sebagai genre musik yang menantang. Terutama, kala musisi jazz “dipaksa” untuk bisa bermain solo alat musik tertentu.

“Jazz enggak ada batasan umur dan jazz itu menantang. Itu menariknya. Menantang pemusik untuk bermain seindah mungkin,” kata dia.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.