Bridestory Fair 2018, Pameran Pernikahan Bertema "Stardust" - Kompas.com

Bridestory Fair 2018, Pameran Pernikahan Bertema "Stardust"

Kompas.com - 09/02/2018, 18:37 WIB
Salah satu stand dalam Bridestory Fair 2018 di Grand Ballroom Sheraton Grand Gandaria City Hotel, Jakarta. KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Salah satu stand dalam Bridestory Fair 2018 di Grand Ballroom Sheraton Grand Gandaria City Hotel, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengunjungi pameran pernikahan merupakan solusi bagi pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Salah satu yang wajib didatangi adalah Bridestory Fair 2018.  Tema "stardust" diusung sebagai tema utama acara yang di Grand Ballroom Sheraton Grand Gandaria City Hotel, Jakarta pada tanggal 9-11 Februari 2018 ini.

Sebanyak 120 vendor dari sekitar 16 kategori berpartisipasi dalam acara ini. Kategori tersebut meliputi venue, dekorasi, perhiasan, busana pengantin pria dan wanita, kue pengantin, souvenir dan undangan, dan lain-lain.

Menurut Lead Project Coordinator Bridestory Fair, Nathalia Isadora, tema stardust dipilih karena terinspirasi dari gaya hidup serba digital dan berteknologi yang kini dimiliki pasangan generasi muda.

"Kami juga melihat banyak inovasi dari detail-detail yang bisa diimplementasikan dalam pernikahan," ujar Nathalia di sela pembukaan acara, Jumat (9/2/2018).

Salah satu stand dalam Bridestory Fair 2018 di Grand Ballroom Sheraton Grand Gandaria City Hotel, Jakarta. KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Salah satu stand dalam Bridestory Fair 2018 di Grand Ballroom Sheraton Grand Gandaria City Hotel, Jakarta.
Interior yang dipenuhi kerlap-kerlip, elemen rasi bintang, hingga kesan antariksa menjadi tema pernikahan yang diprediksi akan menjadi tren di Asia pada 2018.

Beberapa detail yang bisa diimplementasikan misalnya layar LED hingga detail lampu bernuansa seperti dunia peri penuh cahaya yang dapat memberikan hal spesial pada momen pernikahan. Salah satu contoh lainnya adalah mencampurkan keindahaan bunga dan lampu.

"Jadi tema stardust lebih banyak dilengkapi dari segi teknologinya," tuturnya.

Untuk warna, beberapa warna yang ditonjolkan adalah monokrom dan metalik, juga sejalan dengan ultra violet sebagai pantone colour of the year.

Tema stardust juga tak hanya terbatas untuk pesta pernikahan dalam ruangan alias indoor. Untuk pesta pernikahan outdoor pun tema ini bisa digunakan dan bisa memanfaatkan suasana malam hari.

"Jadi kalau pakai fairy lights akan terlihat seperti bintang-bintang," ucap Nathalia.

Dari segi biaya, Nathalia mengatakan, harga konsep pernikahan bertema stardust sebetulnya tak jauh berbeda dengan tema pernikahan lainnya. Bahkan akan lebih efisien dalam pembiayaan. Sebab, bunga segar pada tema ini diganti dengan lampu.

Jika masih ragu atau bingung, pengunjung juga bisa berkonsultasi dengan wedding organizer yang berpartisipasi dalam Bridestory Fair atau berdiskusi dengan konsultan dari Bridestory secara gratis.



Komentar
Close Ads X