Kompas.com - 13/02/2018, 09:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Saat ini semakin banyak calon pengantin yang ingin mengenakan perhiasan custom untuk tampil berbeda dan memiliki sentuhan personal. Mulai dari cincin, anting, kalung, hingga hiasan rambut.

Perhiasan pernikahan memang menjadi salah satu elemen penting saat hendak melangsungkan pernikahan. Selain dipakai untuk mempercantik penampilan, perhiasan juga membawa gengsi keluarga karena dijadikan mahar pernikahan.

Salah satu Founder Tulola Jewelry, Happy Salma mengatakan, pada awalnya Tulola hanya menyediakan perhiasan dengan desain khas. Namun, belakangan semakin banyak yang ingin memiliki perhiasan pernikahan yang lebih personal.

"Kayak Raisa, Sarah Sechan, kemarin teman-teman dekat saya. Lama-lama kok ternyata banyak yang ingin lebih personal, punya (desain) sendiri-sendiri," ujar Happy saat ditemui di gelaran Bridestory Fair 2018 di Grand Ballroom Sheraton Grand Jakarta beberapa waktu lalu.

Keinginan untuk memiliki perhiasan custom tersebut kemudian digabungkan dengan konsep perhiasan Tulola yang banyak terinspirasi dari alam.

Contoh perhiasan Tulola JewelryKOMPAS.com/Nabilla Tashandra Contoh perhiasan Tulola Jewelry
Misalnya hiasan rambut motif tusuk konde yang sudah ada sejak lama dan digunakan oleh nenek moyang, dipadukan dengan motif bunga.

Perhiasan yang dihasilkan akan memiliki nafas tradisional dengan tetap memiliki gaya kekinian.

"Jadi enggak mentang-mentang wedding semuanya (bergaya) klasik. Misalnya, ingin pernikahan memakai crown (mahkota) yang enggak kayak kerajaan banget tapi bisa pakai gaun atau baju tradisi. Jadi tradisinya ada, tapi kekiniannya juga dapet," tuturnya.

Contoh perhiasan Tulola JewelryKOMPAS.com/Nabilla Tashandra Contoh perhiasan Tulola Jewelry
Untuk perhiasan custom, Happy memperkirakan waktu yang diperlukan berkisar satu bulan sebelum hari pernikahan. Lama pengerjaan setiap jenis perhiasan bervariasi, tergantung dari tingkat kerumitannya.

Ada pula perhiasan yang baru bisa diselesaikan selama dua minggu karena memiliki detail rumit. Selain itu, pengerjaan perhiasan Tulola dilakukan dengan tangan sehingga membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Selain estimasi waktu pengerjaan, Happy juga ingin agar pihaknya dan klien bisa berdiskusi lebih intens untuk menerjemahkan keinginan mereka lewat perhiasan.

"Biasanya lebih leluasa sebulan sebelumnya kalau bisa. Kita pasti ada revisi atau apa. Aku inginnya personal. Enggak cuma asal bikin," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.