Kompas.com - 13/02/2018, 20:12 WIB
Ilustrasi olahraga lunges GeorgeRudyIlustrasi olahraga lunges

KOMPAS.com- Ada banyak manfaat dari berolahraga seperti mendapatkan kebugaran dan kesehatan, serta mendapat perasaan bahagia karena meningkatnya hormon endorfin dalam tubuh.

Namun, ada juga yang menggunakan olahraga untuk mengalami fenomena yang disebut dengan "coregasm", yang juga dikenal sebagai exercise-induced orgasm (EIO) atau orgasme karena olahraga.

Coregasm pertama kali dikenalkan pada tahun 1953 oleh ahli seksologi Alfred Kinsey dalam bukunya Sexual Behavior in the Human Female.

Berdasarkan hasil riset yang dipimpin oleh Alfred Kinsey, beberapa laki-laki dan perempuan bereaksi terhadap titik orgasme saat mereka memanjat tiang atau tali, atau saat menggunakan palang tunggal atau alat olahraga semacamnya.

Menurut Alfred Kinsey, beberapa dari mereka terlibat dalam olahraga dengan niat yang disengaja untuk merasakan kepuasan semacam ini.

Meski konsep tersebut mungkin telah ada lebih dari setengah abad, salah satu riset paling mendalam mengenai coregasm baru dilakukan tujuh tahun yang lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Debby Herbenick dan J. Dennis Fortenberry dari Indiana University meneliti 530 peserta wanita untuk menentukan popularitas coregasm di kalangan wanita.

Mereka menemukan bahwa 246 wanita tersebut telah mengalami coregasm sebelumnya, dengan pengalaman merasakan coregasm pertama saat berusia 18 tahun.

Jadi, bagaimana sebenarnya coregasm terjadi selama olahraga?

"Coregasm adalah istilah teknis untuk orgasme akibat olahraga, di mana aliran darah di bagian bawah perut, lantai panggul dan paha bagian dalam menjadi 'eksplosif' cukup untuk menciptakan desakan dan pelepasan," ucap Jenni Russell, pendiri Pelvic Floor Secrets.

"Mungkin juga saat otot-otot di perut bagian bawah dan panggul menjadi letih karena ambang batasnya mudah tercapai," tambahnya.

Russell menjelaskan bagaimana olahraga memberi banyak tekanan pada perut bagian bawah, fleksor pinggul dan paha bagian dalam sepertisaat melakukan squats dan pose bridge.

Baca :Tak Ada Alasan Terlalu Tua untuk Olahraga

Russel juga mengatakan bahwa hal ini sangat umum terjada pada kompetisi UltraFit untuk wanita dan pria, karena adrenalin dan peralatan yang digunakan.

"Secara umum, ini biasa terjadi pada wanita dan pria yang 'selaras' dengan tubuh mereka. Meski begitu, tidak semua orang mampu mencapai coregasm," ucapnya.

Namun, kita juga bisa menggunakan latihan dasar panggul untuk memperbaiki kepuasan seksual.

Kay Crotty PhD MCSP, pimpinanan praktisi di Physiolink, memberi tahu para wanita tentang bagaimana mereka bisa memaksimalkan latihan gym mereka.

"Otot lantai pelvis superfisial yang lebih kecil terhubung ke klitoris," katanya.

Menurutnya, saat pelvis berkontraksi, klitoris akan tertekan dan tindakan inilah yang diyakini dapat meningkatkan sensasi seksual.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.