Memasak di Pegunungan Makanan Lebih Lama Matang, Kenapa? - Kompas.com

Memasak di Pegunungan Makanan Lebih Lama Matang, Kenapa?

Kompas.com - 17/02/2018, 23:00 WIB
.VIA THINKSTOCK .

KOMPAS.com - Apakah Kamu orang yang senang pergi ke gunung? Terkadang, memasak makanan di wilayah pegunungan membutuhkan waktu lebih lama hingga makanan itu matang.

Apa yang sebenarnya terjadi hingga waktu yang dibutuhkan menjadi lebih lama?

Departemen Pertanian Amerika Serikat menjawabnya. Beberapa makanan memerlukan waktu lebih lama untuk matang pada ketinggian 3.000 kaki di atas permukaan laut.

Namun, ada makanan lainnya justru matang lebih cepat.

Kuncinya adalah penurunan tekanan udara pada ketinggian. Penurunan tekanan udara menurunkan titik matang air di bawah satu derajat Fahrenheit, untuk setiap peningkatan ketinggian 500 kaki.

Makanan apa pun yang dipersiapkan dalam tingkat panas yang rendah akan matang lebih lama.

Terlebih, karena kondisi awal makanan juga tidak sehangat saat di kondisi normal.

Namun, dengan metode lain, misalnya menggunakan oven, tingkat kematangan masih bisa normal, sebab tekanan udara dalam oven tak terpengaruh udara luar.

Beberapa jenis makanan yang dimasak di oven bisa lebih cepat matang di ketinggian, sebab kandungan air pada makanan tersebut akan hilang lebih cepat.

Tetapi, hal ini Ini tidak berpengaruh terhadap daging-dagingan, unggas, pasta, atau nasi.

Sedangkan makanan yang mengandung ragi seperti roti dan kue lebih cepat mengembang di ketinggian.

Ini dikarenakan produksi gas dari pengembang tersebut mengembang lebih cepat daripada di ketinggian permukaan air.

Roti bisa saja rusak, jika gas menghambur sebelum temperatur yang tepat tercapai.

Namun, kebanyakan resep memanggang roti sudah disesuaikan untuk proses masak di ketinggian.

Tekanan pada alat masak bisa mengurangi risiko tingkat kematangan pada makanan. Sebab, tekanan dalam alat masak bisa dikontrol dengan baik.

 


Komentar
Close Ads X