Omega-3 Nutrisi Penting untuk Otak

Kompas.com - 18/02/2018, 11:33 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

"Kekurangan asam lemak esensial omega-3 dapat berdampak negatif terhadap struktur dan fungsi sel otak yang disebut neuron," jelas Joe Maroon, profesor klinis neurologi di University of Pittsburgh.

Dia melanjutkan, pemberian asam lemak esensial omega-3 dapat memperbaiki aliran darah dan pembentukan sel otak baru.

Beruntung, ada cara mudah untuk mendapatkan lebih banyak omega-3 dalam makanan. 

Pedoman yang disarankan yakni mengasup berbagai jenis ikan dan kerang setidaknya dua kali seminggu, atau rata-rata 250 sampai 500 miligram EPA dan DHA per hari. Sumber terbaik DHA dan EPA adalah makanan laut, khususnya ikan berlemak seperti ikan bilis, herring, mackerel, tuna, dan salmon. 

Faktanya, sebuah studi PLoS Medicine menunjukkan bahwa mengonsumsi lebih banyak makanan laut dapat mencegah rata-rata 84.000 kematian yang dapat dicegah setiap tahunnya.

Meskipun ada sumber omega-3 untuk vegetarian yang berasal dari biji kenari, rami dan chia, penelitian menunjukkan bahwa tubuh tidak mengubah ALA secara efisien menjadi EPA atau DHA. 

Dalam kasus ini, vegetarian dapat  mempertimbangkan untuk menggunakan suplemen EPA dan DHA alga untuk mendapatkan omega-3 yang biasanya ditemukan dalam makanan laut.

Jika makanan kita tak cukup mengandung sumber omega-3, tak ada salahnya menambahkan suplemen minyak ikan.

Halaman:


Sumber menshealth
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X