Kompas.com - 21/02/2018, 08:00 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Bukan hanya tren fashion yang selalu berganti, tetapi juga perhiasan. Saat ini, para orang muda yang termasuk generasi milenial lebih menyukai perhiasan dengan desain sederhana tetapi memiliki gaya unik untuk menunjukkan kepribadiannya.
 
"Anak-anak milenial suka yang lebih modern dan bergaya, kebalikan dari orangtua," kata penata gaya Caren Delano kepada Kompas Lifestyle dalam acara temu media yang diadakan oleh UBS Gold, di Jakarta, Senin (20/2/2018).
 
Direktur kreatif produsen emas UBS, Erwin Suganda mengatakan sebenarnya perhiasan yang diminati milenial memiliki tampilan simpel, namun terlihat kekinian yang "out of the box", juga teknologi terbaru.
 
Dia mencontohkan keluaran perhiasan UBS dengan teknologi 3D. Diberi nama Flying Butterfly, perhiasan cincin tersebut berbentuk kupu-kupu.
 
"Nah, ketika dipakai, kemudian saat jari bergerak, sayap kupu-kupunya gerak," kata Erwin.
 
Perhiasan emas dikenakan model saat konferensi pers UBS, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (20/2/2018).KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Perhiasan emas dikenakan model saat konferensi pers UBS, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (20/2/2018).
Pilihan perhiasan lainnya adalah gabungan antara faktor ekonomis dan teknologi. Dia mencontohkan dengan mengeluarkan sejumlah uang tertentu konsumen bisa membeli satu cincin, namun bisa berganti-ganti model. 
 
"Dulu kami mengeluarkan perhiasan satu cincin dengan tiga look. Jadi cincinya bisa dilepas-lepas, bisa dipakai sendiri, digabungkan. Bahkan satu liontin bisa 12 look berbeda," ungkap Erwin.
 
Inovasi seperti itu, lanjut Erwin, membuat orang-orang muda tertarik dengan perhiasan emas karena dianggap tidak "jadul".
 
Erwin mengatakan di dunia fesyen, warna putih lebih disukai karena mudah memadu-padankan dengan busana.  Tapi, kimi ada kecenderungan perhiasan berwarna rose gold lebih banyak dicari.
 
Warna ini disebut unisex--perempuan dan pria suka. "Warna rose gold juga disebut hampir seperti warna kulit. Kalau dipakai juga agak beda, enggak terlalu mencolok," katanya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.