Apakah Cokelat Termasuk Makanan Sehat? Ini Faktanya!

Kompas.com - 21/02/2018, 12:39 WIB
Ilustrasi cokelat PicLeidenschaftIlustrasi cokelat
Editor Wisnubrata

3. Kalium pada cokelat ternyata juga dapat mengurangi risiko hipertensi (tekanan darah tinggi). Cokelat hitam mengandung sebanyak 114 mg kalium (atau sebanyak 2 persen dari Angka Kecukupan Gizi harian).

4. Cokelat hitam memiliki kandungan polifenol yang mampu menurunkan kadar tekanan darah. Kandungan antioksidan pada cokelat juga mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) yang dapat menurunkan risiko terkena penyakit jantung.

5. Flavonoid pada cokelat hitam ternyata juga mampu mengatur penyerapan karbohidrat pada saluran pencernaan, melindungi dan menjaga fungsi sel beta pankreas (yang sering kali terganggu pada mereka yang mengalami diatebes melitus tipe 2) dan meningkatkan kemampuan sensitivitas insulin.

Adanya kadar insulin yang stabil, akan membuat kada glukosa dalam tubuh  stabil.

Baca juga : Inilah Alasan Mengapa Cokelat Baik untuk Kita

Selain manfaat-manfaat tersebut, ternyata cokelat hitam juga memiliki beberapa kemampuan unik lain seperti:

  • Meningkatkan aliran darah ke otak dan jantung. Hal ini akan meningkatkan kemampuan berpikir kita.
  • Ternyata, konsumsi cokelat dapat menimbulkan perasaan bahagia.
  • Cokelat juga dapat membuat kita menjadi lebih segar dan terjaga, karena cokelat juga mengandung kafein (walaupun dalam jumlah yang jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan kopi).

Apakah semua jenis cokelat sehat dan bernutrisi?

Di pasaran cokelat dibedakan menjadi tiga golongan. Cokelat hitam, cokelat putih, dan cokelat susu.

Dari ketiga golongan tersebut, cokelat hitam mengandung lemak paling sedikit (28 persen), sedangkan kandungan lemak pada cokelat putih ternyata paling tinggi, yaitu sebesar 30,9 persen.

Sedangkan untuk kandungan protein, cokelat putih memiliki kandungan yang paling tinggi, yaitu sebesar 8 persen.

Berdasarkan komposisinya, cokelat hitam juga tidak mengandung susu, atau hanya dalam jumlah yang sangat sedikit, berbeda dengan cokelat jenis lain yang umumnya sudah dicampurkan susu atau pemanis.

Baca juga : Aroma Cokelat Bisa Membuat Langsing?

Ilustrasi cokelatDianaDuda Ilustrasi cokelat
Jadi, apakah cokelat termasuk makanan sehat?

Sebenarnya, cokelat memang memiliki banyak dampak positif bagi kesehatan tubuh. Namun, kita perlu mencermati komposisi pada cokelat yang kita pilih. Terutama bila yang kita makan bukan cokelat hitam atau cokelat murni, melainkan permen cokelat yang sudah dicampurkan berbagai bahan ke dalamnya.

Kita harus memerhatikan kandungan glukosa dan kalori pada cokelat tersebut. Adanya kandungan seperti ini malah akan berdampak buruk pada kadar gula darah, khususnya bagi mereka yang mengalami diabetes melitus.

Oleh karena itu, sebenarnya cokelat sehat bila kita memilih jenis yang tepat, misalnya cokelat hitam yang rendah lemak. Perhatikan juga porsinya.

Tidak perlu makan cokelat sampai berlebihan guna mendapatkan manfaatnya bagi kesehatan. Makan secukupnya saja, tetapi secara rutin.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X