Kompas.com - 22/02/2018, 23:00 WIB
Young sick woman with hands holding pressing her crotch lower abdomen. Medical or gynecological problems, healthcare concept AnetlandaYoung sick woman with hands holding pressing her crotch lower abdomen. Medical or gynecological problems, healthcare concept

KOMPAS.com - Seks seharusnya merupakan pengalaman yang menyenangkan bagi semua orang, baik laki-laki maupun perempuan.

Namun yang terjadi, terkadang seks justru menjadi pengalaman yang mengerikan, bahkan menimbulkan cedera

Kita mungkin pernah mendengar kasus di mana seorang pria yang penisnya patah saat berhubungan seksual.

Baca juga: Penis Pria Ini Patah Saat Berhubungan Seks

Di sisi lain, aktivitas seks yang terlalu bergairah bisa membuat perempuan mengalami cedera berupa memar serviks. Ini merupakan keadaan yang mengerikan

Leher rahim yang memar dapat menyebabkan wanita mengalami rasa sakit yang parah, berdarah, keram.

Juga muncul rasa sakit yang berkaitan dengan perut, dan rasa tak nyaman saat berhubungan seks. Gejala tersebut bisa bertahan selama seminggu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nyeri di perut dan keram bisa dimulai dalam waktu 24-48 jam setelah memar awal terjadi.

Sementara itu, pendarahan dapat langsung terjadi saat itu juga. Pendarahan yang terjadi seperti bercak saat periode menstruasi.

Baca juga: 5 Perilaku Seks yang Membahayakan Vagina

Tapi, ada pula yang mengalami pendarahan parah, dan harus segera mendapat penanganan dokter. 

Lantas apa penyebab dari cedera semacam itu?

Kondisi itu sebenarnya bisa disebabkan oleh beberapa hal yang berbeda, termasuk melahirkan atau saat bayi menendang leher rahim ketika ibu hamil.

Namun, penyebab umum perempuan memar serviks adalah saat berhubungan seks—saat penis pasangan membentur terlalu keras.

Arah dan posisi penis membentur pun bisa menyebabkan cedera tersebut.

Bahkan, beberapa perempuan memiliki kondisi yang disebut serviks ectropion—biasanya disebabkan saat sel kelenjar di bagian dalam serviks ditemukan di bagian luar, sehingga bisa membuat seks terasa menyakitkan.

Mainan seks pun disebut dapat menyebabkan memar serviks semacam ini.

Tentang hal ini, terapis seks Louise Mazanti merekomendasikan agar setiap pasangan memastikan adanya rangsangan yang cukup sebelum melakukan hubungan seks.

"Banyak perempuan mengalami rasa sakit yang hebat saat tiba-tiba mengalami penetrasi yang dalam," kata Mazanti.

Dia menambahkan, jika serviks rileks dan terangsang, maka organ itu akan terbuka, yang berarti penis bisa menembus serviks dengan mulus.

Baca juga: Lelaki Gemuk Penis-nya Pendek, Benarkah Begitu?

"Jika seorang perempuan ingin mengalami kesenangan dan ingin mengalami orgasme, dia benar-benar perlu bergairah,” kata dia lagi.

Jadi bagaimana carannya agar serviks tidak memar?

Jawabannya sederhana: buat perempuan benar-benar bergairah untuk berhubungan seks.

“Saat seorang perempuan sudah benar-benar bergairah, organ intim akan basah," kata Mazanti.

Sehingga, kata dia, dalam kondisi itu jaringan terbuka dan rileks serta saraf menjadi lebih sensitif.

"Jaringan yang keras, terjepit, dan terkontraksi lebih mudah memar, dan terasa sakit daripada jaringan lunak.”

Jadi, janganlah melakukan penetrasi, bila perempuan belum bergairah. Sebab, justru akan membuat seks terasa menyakitkan, bukan menyenangkan. 

Baca juga: Kapan Penis Mulai Tumbuh, dan Kapan Berhenti?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber The Sun
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.