Prediksi Lapangan Kerja di Tahun 2030

Kompas.com - 23/02/2018, 13:28 WIB
Ilustrasi Pekerjaan Masa Depan Ilustrasi Pekerjaan Masa Depan

KOMPAS.com - Illustrator Prancis Florian de Gesincourt, bersama dengan perancang dari agensi AKQA, telah menciptakan serangkaian ilustrasi yang memprediksi seperti apa dunia kerja pada tahun 2030.

Gambaran tersebut didasarkan pada diskusi tentang masa depan pekerjaan pada forum World Economic yang diadakan di Davos, Swiss, bulan lalu.

Selama konferensi, banyak panelis mendiskusikan dunia kerja yang selalu berubah. Menurut Organization for Economic Cooperation and Development, 65 persen anak-anak yang masuk ke pendidikan dasar sekarang akan memasuki pekerjaan yang belum ada.

Forum yang mendiskusikan tentang "pekerjaan masa depan" ini bekerjasama dengan Yayasan Misk, yang didirikan oleh Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammad bin Salman.

Setiap tahun yayasan ini mengadakan forum panel yang bertujuan untuk mendidik anak muda tentang kemajuan ekonomi dan mempersiapkan mereka untuk masa depan.

Presentasi mereka di Davos pada bulan lalu meliputi Robot, tempat kerja masa depan, dan keadaan perkotaan di masa mendatang.

Senan Lee dan Pansy Aung dari AKQA mulai memetakan beberapa pekerjaan potensial yang dapat diciptakan oleh kemajuan yang disebutkan dalam temuan Yayasan MiSK.

Baca :Rutinitas Kerja, Penyebab Stres yang Paling Umum

"Gagasan itu disusun pada bulan Desember 2017. Setiap tahun di Davos, pikiran terbesar dalam bisnis, pemerintahan, dan akademisi berkumpul untuk mendiskusikan masa depan dunia," kata juru bicara AKQA.

"Terlalu sering ide yang dihasilkan tidak pernah berubah menjadi tindakan. Kami melihat peran Forum Global MiSK untuk mengambil gagasan dan membuat mereka dapat diakses oleh khalayak yang lebih luas," tambahnya.

Ilustrasi tersebut diciptakan oleh seniman terkenal Florian de Gesincourt, yang menangkap pekerjaan seperti printer suprastruktur, seseorang yang akan merakit gedung pencakar langit 3D dengan "crane printer".

Beberapa pekerjaan masa depan tersebut antara lain ahli bedah robot jarak jauh untuk merawat orang-orang di lokasi pedesaan yang memiliki sedikit akses terhadap perawatan kesehatan, insinyur perbankan dengan teknologi blockchain untuk melakukan perawatan pada remote banking yang berpusat di tengah laut.

"Yang menarik dari semua pekerjaan [dalam seri] adalah sejauh mana kemajuan teknologi yang dapat dicapai dapat berdampak signifikan terhadap kemanusiaan," kata juru bicara AKQA.

"Konsep ahli bedah roobotic adalah bahwa jaringan 5G akan memungkinkan ahli bedah dari seluruh dunia untuk menghuni tubuh robot untuk melakukan operasi penting," tambahnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X