Makanan Warna Ungu Kaya Nutrisi dan "Instagramable" - Kompas.com

Makanan Warna Ungu Kaya Nutrisi dan "Instagramable"

Kompas.com - 01/03/2018, 12:10 WIB
Tomat ungu seperti buah blueberry merupakan pangan rekayasa genetika hasil temuan ilmuwan Inggris.Sciencedaily.com Tomat ungu seperti buah blueberry merupakan pangan rekayasa genetika hasil temuan ilmuwan Inggris.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ultraviolet menjadi tren di 2018 dan telah dinobatkan sebagai Pantone colour of the year sebagai acuan warna. Nuansa violet dan ungu pun menjadi tren di dunia fesyen.

Namun, ternyata ungu tak hanya menjadi tren di dunia fesyen melainkan juga di dunia makanan.

Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM, Prof. Dr. Ir. Umar Santoso, M.Sc menjelaskan, "purple power" menjadi salah satu dari tren pangan pada food market global expert 2017.

"Purple power. Warna alami. Warna yang tren cenderung ungu seperti jagung ungu, beras hitam. Hitam itu ungu campur hitam," kata Umar dalam sebuah talkshow di Jakarta Creative Hub, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018).

Namun, Umar mengatakan bahwa tren ini berbeda dengan tren warna ungu pada dunia fesyen.
Ungu menurutnya adalah lambng antosianin sebagai antioksidan yang banyak digunakan sebagai pewarna makanan alami.

Warna ungu memang lebih menonjol daripada warna lainnya, meskipun warna lainnya menurut Umar juga memiliki potensi. Misalnya merah yang juga antioksidan.

Es krim kelapa dengan tomat cherry, jadi salah satu hidangan street food Chiangmai, Thailand.KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Es krim kelapa dengan tomat cherry, jadi salah satu hidangan street food Chiangmai, Thailand.
Beberapa makanan ungu memiliki bahan dasar tanaman ungu, misalnya ubi ungu, terong ungu, kubis ungu, jagung ungu, asparagus ungu, dan lainnya.

"Memang lebih bergizi dan berkhasiat daripada yang tidak ungu," kata dia.

Mengacu tren global tersebut, Umar melihat Indonesia sebetulnya punya peluang besar untuk menggalinya lebih jauh. Seperti memanfaatkan ubi ungu atau beras hitam.

Namun, tak sedikit pula negara yang berpotensi menjadi saingan Indonesia dalam mengembangkan pangan berwarna ungu tersebut.

"Saingannya dari Thailand, Jepang. Kalau Jepang kan untuk sweet potatonya masih sangat banyak dipasarkan," ujarnya.

Sementara itu, pelaku indutri jajanan tradisional sekaligus Founder Iki Koue, Karina Kumarga memang melihat antusiasme orang banyak, terutama pelanggannya terhadap makanan yang berwarna-warni.

Ini tak lepas dari karakter anak muda yang senang bermain media sosial Instagram. Sehingga warna yang cantik jika difoto akan sangat "instagramable".

Bolu ubi ungu menjadi salah satu varian jajanan yang paling banyak dipesan oleh pelanggan Iki Koue.

"Kue bolu ubi ungu, yang ada hubungannya ungu gitu lagi ngetren banget. Karena mungkin aneh dan di yang lain enggak ada," kata Karina.

Namun, sebetulnya menu makanan ungu disediakan Iki Koue bukan karena tengah menjadi tren. Ungu menurutnya merupakan salah satu jenis warna yang paling mudah dan banyak didapatkan dari pewarna alami.

Untuk pelanggannya sendiri, kata Karina, cenderung menyukai kue yang warna-warni dan tentu saja ada kue berwarna ungu di dalamnya.

"Mereka lebih lihat ke penampilan. Ada pink, hijau, merah, orange juga," tuturnya.



Close Ads X