Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/03/2018, 10:18 WIB
Editor Wisnubrata

Karena keterbatasan uang, Anita melakukan segalanya dengan hemat. Ia mengecat tokonya dengan warna hijau untuk menyamarkan bercak-bercak di dinding. Ia juga menawarkan diskon bagi pembeli yang membawa kembali wadahnya -- hal yang masih terjadi hingga saat ini.

Agar lebih irit, ia juga menggunakan kemasan sederhana yang ramah lingkungan, serta mengandalkan kedekatan dengan pembeli untuk membuat produknya dikenal.

Saat itu, pembeli bisa memilih aroma yang disukai untuk produk perawatan tubuh. Mereka memilih langsung di toko, dan Anita akan menambahkan pada produk yang memang fragrance free. Itu memberi kesempatan keduanya untuk berbincang-bincang.

Kombinasi produk yang unik dan pelayanan istimewa membuat bisnisnya berkembang, sehingga ia bisa membuka toko kedua.

Saat Gordon kembali tahun 1977, The Body Shop sudah menjadi nama populer sehingga Roddick bisa mulai menjual franchise. Lalu pada tahun 1982, toko-toko baru Body Shop dibuka dengan laju dua toko tiap bulan!
 
Apa rahasianya? Salah satu kunci kesuksesan itu adalah kegiatan sosial yang dilakukan Anita Roddick. Dukungannya terhadap lingkungan, pemberdayaan perempuan, hingga penolakan terhadap animal testing menciptakan pelanggan yang setia.

Orang membeli produk karena mereka mendukung nilai-nilai dan perjuangan yang dilakukan Roddick. Mereka ingin menjadi bagian dari hal-hal positif itu.

Suatu ketika Roddick pernah berkata: "If I can't do something for the public good, what the hell am I doing?"

Maka ia pun merangkul berbagai komunitas, utamanya perempuan, untuk menjadi bagian dari bisnis Body Shop lewat Community Trade. Lewat kampanye Enrich Not Exploit, Body Shop membeli bahan-bahan dengan harga yang pantas agar petani dan perajin bisa hidup berkecukupan.

Moringa yang digunakan misalnya berasal dari komunitas petani di Rwanda, madu dari Ethiopia, Marula dari Namibia, tea tree dari Kenya, aloe vera dan kaktus dari Meksiko, dan masih banyak lagi.

Jejak di Kathmandu

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.