“Working Mom” Masih Bisa Memberi ASI, asalkan... - Kompas.com
BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Philips

“Working Mom” Masih Bisa Memberi ASI, asalkan...

Kompas.com - 12/03/2018, 11:08 WIB
Ilustrasi Ibu dan BayiDok. Philips Avent Ilustrasi Ibu dan Bayi

KOMPAS.com – Bagi working mom, menyusui secara eksklusif alias memberi air susu ibu ( ASI) kepada bayi adalah tantangan tersendiri. Mereka harus cakap berbagi waktu antara bekerja dan mencukupi kebutuhan ASI.

Kebutuhan itu sangat erat kaitannya dengan berapa banyak produksi air susu yang bisa dihasilkan oleh ibu. Karenanya, ada beberapa hal yang ibu perlu tahu agar berhasil melakukannya.

Pertama, manajemen waktu. Saat di rumah, cara mengosongkan air susu agar produksi ASI stabil bisa didapatkan dengan menyusui bayi secara langsung. Berbeda halnya jika ibu sibuk di luar rumah. Gantinya, ibu bisa memompa air susu sekaligus mengumpulkannya untuk kebutuhan bayi.

Mengutip dari womenshealth.gov, memompa air susu bisa dilakukan 2-3 kali atau setidaknya dilakukan per tiga jam pada saat bekerja, sampai stok ASI untuk bayi mencukupi.

Rutin melakukannya bisa memperlancar produksi ASI. Sebab, bila air susu tidak dikeluarkan dengan maksimal, maka hal tersebut akan berdampak pada penurunan produksi di kemudian hari.

Sayangnya, tidak menyusui langsung kerap membuat air susu tidak kosong secara maksimal. Karenanya, alat seperti breastpump bisa jadi alternatif.

Tentu saja, alat yang dipilih juga harus bisa membuat nyaman ibu bekerja. Melalui alat yang tepat, kegiatan memerah ASI pun akan maksimal.

Kalau bisa, alat juga harus sesuai kebutuhan. Dengan pompa elektrik, misalnya, aktivitas pumping pun jadi lebih efektif dan efisien.

Breastpump Electric Philips AventDok. Philips Avent Breastpump Electric Philips Avent
Breastpump elektrik seperti dari Philips Avent, contohnya, dapat memompa ASI dengan 3 setelan pompa yang bisa disesuaikan. Ibu menyusui pun bisa memompa ASI-nya dalam posisi yang nyaman, tanpa harus membungkuk untuk mengalirkan ASI ke dalam botol.

Kedua, makanan sehat. Hal ini berhubungan dengan kualitas air susu yang diproduksi. Ingat, working mom juga perlu menjaga nutrisi makanan dan kesehatannya, sebab apa pun yang dikonsumsi ada dampaknya ke ASI yang diminum bayi.

Karenanya, penting bagi ibu menyusui untuk menghasilkan ASI secara lancar dan juga asupan nutrisi seimbang, seperti protein, vitamin, dan mineral.

Untuk itu, working mom harus giat memperhatikan apa yang ia konsumsi. Misalnya, lebih bagus jika ibu menyusui memperbanyak makan sayur, seperti bayam, brokoli, dan kacang-kacangan.

Kemudian, sebaiknya ibu menyusui mengurangi konsumsi minuman manis yang mengandung gula atau susu sapi karena bisa menjadi salah satu faktor kolik pada bayi. Walaupun bayi hanya meminum ASI, melansir dari huffingtonpost.com, Minggu (6/7/2014), kandungan gula atau susu sapi yang terserap akan terminum oleh bayi.

Selain itu, ibu menyusui dianjurkan pula untuk mengonsumsi daun katuk yang mengandung banyak nutrisi penting. Melansir dari Kompas.com, Rabu (28/2/2018), daun katuk mengandung berbagai nutrisi, seperti efedrina, vitamin A, B, C, K, dan pro vitamin A (betakaroten), mangaan, kalsium, fosfor, zat besi, serta serat.

Selain dapat memperlancar produksi ASI, daun katuk juga mengandung banyak klorofil yang bisa membersihkan sisa limbah metabolisme di jaringan tubuh dan bisa berfungsi sebagai antioksidan, sekaligus mengatasi parasit, bakteri, dan virus di dalam tubuh manusia.

Kenyamanan bayi

Apabila kedua hal tadi sudah dilakukan, dan ibu nyaman dengan siklus itu, kini saatnya melihat kenyamanan bayi ketika menyusui. Berbeda dengan menyusui langsung, working mom perlu memikirkan lagi media pemberian ASI perahnya pada bayi.

Mengutip kembali dari womenshealth.gov, Rabu (3/5/2017), ketika bayi sedang tidak bersama ibu, ASI perah biasanya diberikan melalui botol susu oleh ayah atau pihak lain. Karenanya, media botol susu, dan dot, misalnya, tak bisa sembarang pilih karena memiliki konsekuensi kolik pada bayi jika botol dan dot-nya kurang tepat.

Ilustrasi botol susuDok. Philips Avent Ilustrasi botol susu
Maka dari itu, sebaiknya ibu memilih botol susu dengan dot yang sudah teruji klinis anti-kolik, seperti Bottle Classic dari Philips Avent, yang memiliki katup unik pada dot yang akan membuka agar udara mengalir kembali ke dalam botol, bukan ke perut bayi.

Hal tersebut dapat mencegah kembung pada perut si kecil sehingga ia nantinya dapat tidur dengan nyaman dan tak merengek akibat kolik.

Botol susu beserta dot-nya pada produk itu dirancang mirip puting ibu sehingga bayi tetap nyaman dan familiar, seperti menyedot dari payudara ibu. Jadi, si kecil pun bisa terhindar dari risiko bingung puting.

Nah, kalau semuanya dijalani, memberi ASI pada bayi tetap bisa dilakukan oleh working mom.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar