Logo McD Pakai Warna Merah dan Kuning, Ternyata Ada Alasan Ilmiahnya - Kompas.com

Logo McD Pakai Warna Merah dan Kuning, Ternyata Ada Alasan Ilmiahnya

Kompas.com - 13/03/2018, 23:00 WIB
Antrean panjang saralan gratis di McDonalds Ottista, Jakarta Timur, Senin (12/3/2018)Stanly Ravel Antrean panjang saralan gratis di McDonalds Ottista, Jakarta Timur, Senin (12/3/2018)

KOMPAS.com - Sebagai restoran penyedia makanan cepat saji, tentu bukan tanpa alasan mengapa McDonald's menggunakan warna merah dan kuning pada logo mereka.

Ternyata, alasan di balik pemilihan warna tersebut berangkat dari pertimbangan psikologis. Bukan karena unsur estetika semata.

Warna merah dan kuning pada logo McDonald's dipilih berdasarkan alasan ilmiah.

Warna merah disebut mampu merangsang suatu hal yang dikaitkan dengan keaktifan. Hal ini juga meningkatkan denyut jantung yang meningkatkan nafsu makan.

Baca juga: McDonalds Indonesia Targetkan 15 Restoran Baru Berdiri Tiap Tahun

Sementara, warna kuning dikaitkan dnegan kebahagiaan dan merupakan warna yang paling terlihat di siang hari.

Mungkin karena alasan ini pula maka logo McDonald's kerap menjadi ikon yang paling terlihat saat jalanan dipadati kendaraan dan reklame.

Disebutkan dalam artikel yang dilansir Reader's Digest, otak memproses warna sebelum kata atau bentuk.

Warna merah dan kuning membuat kita merasa lapar dan mendorong kita untuk membeli produk yang mereka jual, dan sekaligus membuat kita merasa bahagia.

McDonald's telah menggunakan filosofi warna ini untuk mempengaruhi dan membuat orang memikirkan hal baik tentang produk mereka.

Baca juga: Pencinta Pedas, Ada Ayam Spicy di McDonalds, Yuk Coba!

Di sisi lain, banyak merek waralaba mulai menggunakan lebih banyak warna hijau untuk etalase dan desain interior mereka.

Ini karena warna hijau dikaitkan dengan alam dan ramah lingkungan.

McDonald's juga pernah dikritik karena tak menggunakan produk ramah lingkungan.

Tapi kini, restoran cepat saji ini telah menggunakan pendingin ramah lingkungan dan mengubah minyak bekas menjadi bahan bakar biodiesel.

Namun bagaimana pun, terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji bisa membahayakan kesehatan.

Oleh karena itu, kita harus bisa mengontrol kegemaran mengonsumsi makanan semacam ini, karena makanan cepat saji bisa menyerang sistem kekebalan tubuh.



Close Ads X