Kompas.com - 15/03/2018, 20:06 WIB
|
Editor Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Jika selama ini peragaan busana berusaha menciptakan tren mode yang berakar dari kultur modern, Indonesia Fashion Week (IFW) berani tampil beda.

Selama tujuh kali gelaran, acara besutan Asosiasi Perancang Pengusaha Muda Indonesia (APPMI) konsisten mengusung tema budaya Indonesia.

Buktinya, bila pada tahun 2017 bertema Celebrations of Culture, IFW 2018 membawa tema Cultural Identity.

Alasannya simpel. Presiden APPMI dan IFW Poppy Dharsono menganggap kekayaan bumi Indonesia sangat beragam, dan peninggalan nenek moyang tersebut perlu dilestarikan dan dikembangkan.

Karena itu, APPMI lewat IFW, berusaha menggali kekayaan semua daerah agar menciptakan produk fesyen yang terinspirasi dari daerah masing-masing.

Jika hal itu terjadi, para pengrajin (produk-produk daerah seperti batik, tenun, dan lain-lain) disebut akan mendapat penghasilan yang baik.

"IFW akan jadi ajang trading dan bisnis dengan tujuan bisnis fashion industri. Karena itu, kami pakai DNA culture. Culture bia jadi inspirssi, identitas, energi dan sumber 'emas'," katanya saat konferensi pers di Lippo Kemang, Jakarta, Kamis (15/3/2018).

Bersama Rumah Kreatif BUMN yang menjadi pendukung utama, IFW berusaha 
mengangkat budaya fesyen dari tiga kawasan sebagai sorotan utama yaitu Danau Toba di Tanah Batak, Borobodur di Jawa Tengah, dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur. 

Pemilihan ketiga daerah yang akan menjadi inspirasi peragaan busana beberapa desainer bukan tanpa sebab. Kebudayaan di masing-masing tempat tersebut dianggap purba dan perlu dilestarikan serta dikembangkan.

Adapun tahun ini IFW berkolaborasi dengan 200 perancang mode (lokal dan internasional), serta 460 peserta pameran merek fashion dan tekstil, hingga panganan nusantara.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.