5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Tabir Surya

Kompas.com - 20/03/2018, 07:47 WIB
Ilustrasi menggunakan tabir surya JupiterimagesIlustrasi menggunakan tabir surya
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Tahukah kamu kalau sebenarnya penggunaan krim tabir surya tidak terbatas hanya untuk pergi ke pantai atau berenang saja?

Ya! Idealnya, sunblock harus digunakan setiap hari sebelum keluar rumah. Tidak hanya untuk mencegah kulit terbakar sinar matahari yang bikin gosong, tetapi juga mencegah kanker kulit.

Sebenarnya, sinar matahari tidak selamanya buruk. Tubuh tetap perlu sinar matahari untuk memproduksi vitamin D yang penting bagi kesehatan tulang sekaligus mengurangi risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Kekurangan sinar matahari justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Namun, berlama-lama bermandikan sinar matahari tanpa perlindungan juga tidak baik.

Ada tiga jenis radiasi UV (ultraviolet) yang dipancarkan matahari, namun hanya UVA dan UVB yang berpengaruh pada tubuh manusia.

Sinar UVA, atau biasa dikenal dengan aging rays, dapat mempercepat penuaan kulit, serta menyebabkan keriput dan flek hitam. Sementara itu, sinar UVB atau burning rays adalah jenis sinar yang bisa membuat kulit terbakar.

Paparan yang terlalu tinggi terhadap kedua sinar tersebut dapat memicu terjadinya kanker kulit. Terlebih, sinar UVA dapat menembus kaca dan awan. Meskiinar UVB tidak bisa, tetapi intensitas radiasinya jauh lebih kuat daripada UVA.

Baca juga : Sudah Pakai Tabir Surya, Mengapa Kulit Masih Terbakar?

Itu sebabnya penting bagi kita untuk mengoleskan sunblock setiap hari sebelum keluar rumah, bahkan jika cuaca mendung. Sunblock atau tabir surya akan menghalangi penyerapan radiasi ke dalam permukaan kulit.

Selain sinar UV yang berasal dari matahari, tanning bed dan tanning lamp yang sering kali digunakan untuk mencokelatkan kulit juga memancarkan sinar UV yang dapat memicu kanker kulit. Jadi, hindari menggunakan kedua alat tersebut terlalu sering.

Yang harus diperhatikan saat membeli produk sunblock menurut review dr Yusra Firdaus seperti dikutip HelloSehat.

1. Pastikan Broad Spectrum

Tabir surya yang mengandung UVB lebih populer sejak zaman dahulu, tetapi yang sebenarnya kita butuhkan adalah produk sunblock yang bertuliskan “Broad Spectrum”. Artinya, tabir surya tersebut dapat melindungi dari kedua sinar UVA dan UVB.

Produk tabir surya berlabel broad spectrum akan mengandung titanium dioksida (titanium oxide) dan zink oksida (zinc oxide), avobenzone, octisalate, ecamsule, atau PABA (para-aminobenzic acid) yang berfungsi menangkal radiasi UV.

Ilustrasi.SHUTTERSTOCK Ilustrasi.

2. Cek kadar SPF-nya

SPF merupakan singkatan dari Sun Protection Factor, untuk memberi tahu Anda sebaik apa produk tersebut melindungi kulit dari sengatan matahari.

Kadar minimal SPF yang direkomendasikan oleh para ahli di seluruh dunia adalah SPF 30, lebih tinggi lebih baik. Tabir surya dengan minimal SPF 30 dapat menghalangi 97% sinar UVB.

Selain itu, produk ber-SPF tinggi mampu memberikan perlindungan lebih baik dari risiko kerusakan kulit jangka panjang, seperti kanker kulit. Namun hingga saat ini, belum ada satu tabir surya pun yang mampu menghalangi 100% sinar UVB matahari.

Baca juga : Tabir Surya Buatan Indonesia yang Menggunakan Ekstrak Edelweiss

3. Perlukah pakai yang waterproof (tahan air) atau sweatproof (tahan keringat)?

Sebenarnya, penggunaan istilah “waterproof” atau “sweatproof” kurang tepat karena krim tabir surya tetap akan terbilas luruh jika kita berkeringat deras atau berada dalam air dalam jangka waktu lama.

Sehingga apapun tabir surya pilihan, kita tetap harus mengoleskan ulang secara merata idealnya setiap 2 jam sekali, atau segera setelah selesai berenang atau berkeringat.

4. Cek jenis kulit

Ada dua jenis tabir surya, yaitu sunblock (tabir surya fisik) dan sunscreen (tabir surya kimiawi). Sunscreen bertindak sebagai penyaring sinar matahari, sementara sunblock berfungsi sebagai dinding penghalang kulit dari sinar matahari.

Sunscreen harus sering-sering diaplikasikan ulang, juga cenderung lebih mengiritasi kulit (terutama pada kulit sensitif atau kering). Sementara itu, tekstur sunblock lebih kental, berwarna putih susu, dan dapat meninggalkan lapisan putih di atas permukaan kulit.

Jika jenis kulit kamu berminyak atau berjerawat, umumnya lebih baik untuk memilih tabir surya yang lebih ringan seperti yang berbasis gel.

Jika kulitmu kering, kamu bisa memilih jenis tabir surya manapun, misalnya krim, stik, atau losion (selain yang semprot karena biasanya mengandung alkohol), tetapi oleskan dulu pelembap wajah.

Bagi yang berkulit sensitif atau rentan alergi, tabir surya mineral dengan bahan aktif seperti zinc oksida cenderung aman dan tidak mengiritasi kulit.

Baca juga : 7 Kesalahan Saat Menggunakan Tabir Surya

5. Cek jenis tabir suryanya

Tabir surya jenis krim bisa dipakai untuk seluruh tubuh, termasuk wajah. Sementara yang berbentuk gel cocok digunakan pada daerah berambut, seperti kulit kepala ataupun dada (untuk pria).

Jika kamu ingin memberikan perlindungan lebih di daerah bawah mata, pilih tabir surya yang berbentuk stik.

Ada pula sunblock yang berbentuk kaleng semprot berisi tabir surya cair. Semprotkan beberapa kali pada bagian tubuh yang diinginkan, kemudian usapkan secara merata ke seluruh permukaan kulit.

Tabir surya jenis ini jangan langsung disemprotkan ke wajah, namun semprotkanlah dulu ke telapak tangan, kemudian usapkan merata ke wajah.

 



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X