Kompas.com - 21/03/2018, 17:00 WIB

KOMPAS.com - Banyak orang yang punya kebiasaan menyetir mobil menggunakan sandal jepit karena dianggap lebih nyaman. Padahal, kebiasaan ini justru berbahaya dan jadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas.

Mantan polisi sekaligus pakar keamanan lalu lintas dan kecelakaan tersertifikasi, John E. Langan menjelaskan, karena licin dan tidak kokoh, pengendara yang memakai sandal jepit justru menginjak dua pedal sekaligus. Sandal jepit berpotensi terselip bahkan tersangkut pada pedal.

"Mengemudi sebenarnya adalah salah satu aktivitas paling berbahaya yang pernah dilakukan rata-rata orang dalam hidupnya. Karena itu, kenapa malah membuatnya lebih berbahaya lagi dengan menggunakan alas kaki yang tidak tepat?" kata John seperti dikutip Reader's Digest.

Manajer program training mengendara di kantor nasional AAA, William Van Tassel bahkan mengatakan bahwa berkendara tanpa alas kaki masih lebih baik daripada menggunakan sandal jepit.

Sementara itu, dikutip dari The Sun, meskipun tidak ada regulasi khusus yang melarang penggunaan sandal jepit untuk berkendara di Inggris namun pihak pemerintah melalui Drive & Vehicle Standards Agency (DVSA) menyarankan bahwa alas kaki yang nyaman dan tepat sangat penting bagi pengendara.

"Kami tidak merekomendasikan berkendara telanjang kaki karena kamu tidak akan mendapatkan tekanan pedal yang responsif, berbeda dengan jika menggunakan sepatu," demikian disampaikan DVSA.

Meski secara sesifik menyebutkan "sandal jepit", namun DVSA menyarankan penggunan sepatu yang tepat untuk menghindari risiko kemungkinan terselip ke balik pedal atau tergelincir saat menginjaknya.

Sementara itu, seperti dirilis oleh Advocate Health Care, terdapat temuan mengerikan di balik penggunan sandal jepit saat berkendara.

Dari polling yang dilakukan perusahaan asuransi Sheila's Wheels, ditemukan bahwa alas kaki yang terlalu tipis menyebabkan terjadinya rata-rata 1,4 juta potensi kecelakaan dalam setiap tahunnya.

Sheila's Wheels berharap semua pihak menganggap hasil riset tersebut sebagai potensi yang serius.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.