Anak Alami Fobia Sekolah, Kok Bisa?

Kompas.com - 21/03/2018, 22:00 WIB
Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi. IWAN SUPRIYATNA/KOMPAS.comKetua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi.
JAKARTA, KOMPAS.com - Fobia sekolah ternyata bukan lagi hal yang tergolong aneh. Sebab, tak sedikit anak-anak yang mengalami kondisi ini, dan lantas menjadi takut ke sekolah.
 
Entah alasan ketakutan, atau pun ada rasa tidak nyaman pada diri mereka, yang pasti anak-anak ini pada akhirnya tidak atau sulit untuk berangkat ke sekolah.
 
Psikolog anak Seto Mulyadi mengatakan, fobia sekolah biasanya disebabkan dari lingkungan sekolah.
 
Anak-anak, katanya, merasa tak nyaman karena lingkungan tak mendukung, seperti cara belajar mengajar kurang menyenangkan, hingga membuat jenuh.
 
Bisa juga karena pola ajar yang mengandung unsur kekerasan.
 
 
"Belajar harusnya menyenangkan. Kalau jenuh dan penuh kekerasan, anak akan lari," kata Kak Seto -demikian Seto Mulyadi biasa disapa, saat peluncuran gerakan #JamMainKita, Jakarta, Rabu (21/3/2018).
 
Di sisi lain, orangtua perlu memiliki perhatian lebih untuk mengetahui kondisi anak, termasuk soal fobia sekolah.
 
Semakin lama tak terdeteksi, maka makin besar pula dampak psikologis bagi si anak. Selain tak berhasrat pergi ke sekolah, juga ada dampak kronis, misalnya keinginan bunuh diri.
 
Kak Seto lantas menyarankan orangtua untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan menekan soal akademis hingga prasangka buruk seperti nakal atau tidak.
 
 
Buat pertanyaan apakah senang atau tidak di sekolah. "Jika tak senang, jangan salahkan anak," kata Kak Seto.
 
Sistem sekolah harus ditinjau dan kalau ditemukan kekurangan perlu segera diperbaiki.
 
Pola belajar-mengajar yang diberikan oleh sebagian guru dianggap masih sama seperti 20-30 tahun lalu.
 
Tak semua guru, kata Kak Seto, mendapatkan pelatihan untuk pola belajar saat ini yang menekankan agar anak senang dan mudah mendapatkan materi.
 
Selain mendorong sistem pendidikan perlu dibenahi, Kak Seto juga menyarankan orangtua tak memaksakan kehendak jika anak fobia dengan sekolah formal.
 
Dia memberikan opsi home schooling atau sekolah-sekolah yang membuat mereka bisa bergembira.
 
"Anak-anak fobia sekolah, bukan fobia belajar, jadi mereka tetap senang dengan belajar," kata Kak Seto.
 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X