Paus Fransiskus Kritisi Penggunaan Salib sebagai Item Fesyen

Kompas.com - 22/03/2018, 09:05 WIB
Paus Fransiskus. AFP/Andreas SolaroPaus Fransiskus.

KOMPAS.com - Dalam pidato terbarunya, Paus Fransiskus telah mengkritik orang-orang yang mengenakan salib sebagai barang-barang fesyen. Ia melabeli tindakan ini sebagai "penyalahgunaan".

Berdasarkan laporan dari The Independent, pidato tersebut disampaikan di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, setelah layanan Angelus minggu. Pria berusia 81 tahun itu mengatakan bahwa simbol agama harus "direnungkan dan dipahami" daripada dikomersialkan sebagai aksesoris yang trendi.

" Salib bukanlah benda hias atau aksesori pakaian yang kadang-kadang disalahgunakan," ucapnya. Citra Yesus yang disalibkan mengungkapkan tindakan kasih yang tertinggi, sumber kehidupan dan keselamatan bagi manusia," ucapnya.

Paus melanjutkan dengan menjelaskan bagaimana salib harus dianggap lebih dari sekadar objek estetika. Ia mengingatkan tentang makna religiusnya yang kuat dengan menjelaskan apa maknanya bagi dirinya.

"Bagaimana saya melihat salib? Seperti sebuah karya seni, untuk melihat apakah itu indah atau tidak indah? Atau apakah saya melihat ke dalam, di dalam luka-luka Yesus sampai ke hatinya?," paparnya.

"Yesus ingin memperjelas bahwa urusannya yang ekstrem - yaitu, salib, kematian, dan kebangkitan - adalah tindakan yang menghasilkan."

"Luka-lukanya telah menyembuhkan kita - buah yang akan berbuah bagi banyak orang," ucapnya.

Paus Fransiskus juga berkomentar bahwa salib telah menjadi pokok busana yang populer selama bertahun-tahun. Tokoh-tokoh seperti Madonna, Jennifer Aniston dan Naomi Campbell sering terlihat memakai perhiasan salib. Entah atas nama gaya datau kepercayaan.

Madonna memakai item fesyen berupa salib Madonna memakai item fesyen berupa salib

Kontroversi seputar tren yang berkembang mulai muncul pada tahun 2002, ketika Paus Yohanes Paulus II menjabat sebagai pemimpin Gereja Katolik.

Setelah melihat peningkatan popularitas salib yang digunakan sebagai item fesyen, Vatikan merilis tulisan yang tegas melalui Fides - organisasi amal yang berbasis di Vatikan.

Tulisan tersebut menyindir orang-orang yang mengenakan salib sebagai aksesori yang menggambarkan tren sebagai "kegilaan saat ini".

Namun, meskipun Paus Fransiskus tidak menyetujui salib sebagai barang dagangan untuk keuntungan dunia mode, ini bukan berarti bahwa ia menentang ekspresi diri melalui tren subversif.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X