Kompas.com - 24/03/2018, 07:00 WIB
Ilustrasi depresi SIphotographyIlustrasi depresi

KOMPAS.com - Olahraga telah terbukti sangat bermanfaat bagi kesehatan mental dan fisik. Laman The Independent melaporkan, berhenti melakukan rutinitas olahraga dapat membahayakan kesehatan mental.

Hal ini telah terbukti secara ilmiah lewat riset dari University of Adelaide yang menyatakan, menghentikan semua aktivitas fisk yang kuat, dapat menyebabkan seseorang mengalami gejala depresi.

Riset ini dilakukan oleh Julie Morgan, seorang mahasiswa strata tiga dari jurusan psikiatri di universitas tersebut.

Ia memutuskan untuk menyelidiki bagaimana mengurangi aktivitas olahraga secara signifikan dapat mempengaruhi kondisi mental seseorang. Caranya dengan melakukan analisis terhadap penelitian terdahulu.

Selain itu, ia juga meneliti 152 orang dewasa di mana 50 orang di antaranya adalah perempuan.

Setiap peserta dalam riset melakukan olahraga setidaknya tiga kali dalam seminggu selama tiga bulan, dengan durasi latihan minimal 30 menit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah para peserta berhenti melakukan aktivitas olahraga tersebut, dalam sekejap kesehatan mental beberapa peserta riset mulai terpengaruh.

"Dalam beberapa kasus, menghentikan olahraga menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam gejala depresi hanya dalam tiga hari," kata Profesor Bernhard Baune, Kepala Departemen Psikiatri di University of Adelaide.

Baca: 6 Cara Hilangkan Kesepian Saat Depresi Melanda

Bernhard Baun juga berkata, penelitian lain menunjukkan adanya peningkatan gejala depresi setelah 1-2 minggu pertama pada orang-orang menghentikan rutinitas olahraganya.

Menurut Julis Morgan, saat ini tidak ada banyak penelitian mengenai korelasi antara kurangnya olahraga dan gejala depresi.

"Aktivitas fisik dan olahraga yang cukup penting untuk kesehatan fisik dan mental," paparnya.

Banyak bukti klinis yang menunjukkan, olahraga teratur dapat mengurangi dan mengobati depresi.

Namun, menurut Julie Morgan, penelitian tersebut terbatas dan belum sampai pada tahapan untuk menyelidiki hubungan gejala depresi ketika olahraga dihentikan.

Riset ini juga menemukan, para perempuan lebih berisiko terserang depresi ketika rutinitas olahraga dihentikan daripada pria.

Namun, periset juga berpendapat masih perlu penelitian lain untuk lebih menguatkan temuan ini. Hal ini disebabkan karena sampel peneltian dalam riset ini relatif kecil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.