Kompas.com - 24/03/2018, 17:20 WIB

KOMPAS.com - Membatasi asupan kalori sering dijadikan cara untuk menurunkan berat badan. Namun, lebih dari itu, ternyata jika kita membatasi asupan kalori bonusnya adalah panjang umur.

Dalam sebuah penelitian di Amerika Serikat selama lebih dari satu dekade terungkat manfaat membatasi kalori dapat membuat manusia terhindar dari berbagai penyakit, yang akhirnya mampu membuat mereka hidup lebih lama.

Seperti dikutip dari  situsThe Independent penelitian ini dilakukan dengan meminta para peserta untuk mengurangi asupan kalorinya hingga 25 persen selama 2 tahun. Untuk mengetahui indikator manfaatnya,  dilakukan tes darah setiap minggu, pemindaian tulang dan suhu tubuh.

(Baca juga :6 Fakta Seputar Kalori yang Mungkin Tidak Kamu Ketahui)

Selain itu, para peserta diminta untuk menghabiskan 24 jam di ruang-ruang metabolik yang tertutup di mana setiap napas mereka akan diukur. Dengan cara ini, para ilmuwan dapat memahami bagaimana tubuh dapat membakar kalori dan apakah kalori ini berasal dari lemak, protein atau karbohidrat.

Hasilnya, periset menemukan bahwa mengurangi asupan kalori ternyata mampu menurunkan metabolisme hingga 10 persen.

Menurut periset, hal ini disebabkan karena proses biologis yang berubah dan menyebabkan pengurangan jumlah oksigen yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi dan melakukan aktivitas.

"Membatasi kalori dapat memperlambat laju metabolisme basal — energi yang kita butuhkan untuk mempertahankan semua fungsi normal sehari-hari," kata Leanne Redman selaku pemimpin riset ini.

Ketika tubuh menggunakan lebih sedikit oksigen, lebih sedikit juga produk sampingan dari metabolisme yang dihasilkan. Produk sampingan ini dapat berupa hal-hal seperti radikal bebas yang dapat merusak DNA dan sel-sel lainnya.

Menurut periset, semakin lambat metabolisme organisme maka semakin lama organisme itu akan hidup.

Namun, pendapat berbeda disampaikan oleh Luigi Fontana, seorang periset dari Washington University.

Ia berpendapat bahwa membatasi kalori justru akan membuat kita kekurangan gizi. Menurutnya, hal ini tak bisa kita jadikan patokan untuk memiliki usia yang lebih panjang.

 

Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya kita menerapkan pola konsumsi kalori yang sehat agar memiliki kondisi kesehatan yang kondusif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.