Kompas.com - 27/03/2018, 09:15 WIB

KOMPAS.com - Riset menemukan bahwa mereka yang telah berusia lanjut dengan kecepatan berjalan yang lebih lambat kemungkinan besar berisiko tinggi untuk mengalami demensia daripada mereka yang berjalan lebih cepat.

Dilansir dari laman The Indian Express, riset ini dipimpin oleh Ruth A. Hackett dari University College London. Riset menunjukan bahwa orang-orang yang mengalami penurunan kecepatan berjalan dalam periode lebih dari 2 tahun berisiko lebih tinggi untuk demensia.

Periset juga menemukan bahwa orang yang kurang memiliki kemampuan berpikir dan membuat keputusan, serta mengalami penurunan kemampuan kognitif juga rentan terkena demensia.

Pada 2015, hampir 47 juta orang di seluruh dunia mengalami demensia. Demensia merupakan masalah pada memori yang cukup signifikan untuk memengaruhi kemampuan kita dalam melaksanakan tugas-tugas harian.

Penyebab paling umum dari demensia adalah penyakit Alzheimer, tetapi risiko demensia ini juga bisa disebabkan oleh faktor lainnya.

Dalam riset yang diterbitkan dalam Journal of American Geriatrics Society  ini, periset meneliti 4.000 orang dewasa yang berusia 60 tahun ke atas untuk mempelajari lebih lanjut tentang perubahan kecepatan berjalan, perubahan dalam kemampuan untuk berpikir dan membuat keputusan, serta kaitannya dengan demensia.

Periset menilai kecepatan berjalan peserta pada dua periode, yaitu pada tahun 2002-2003 dan pada tahun 2004-2005. Selain itu, periset juga meneliti pengembangan demensia yang dialami peserta setelah pada tahun 2006-2015. Kemudian, periset melakukan perbandingan antara peserta yang mengalami demensia dan tidak.

Baca juga : Hubungan Kecepatan Berjalan dan Pikun di Usia Tua

Namun, dalam penelitian ini periset berpendapat bahwa perubahan dalam kecepatan berjalan dan perubahan kemampuan orang berusia lanjut dalam berpikir dan membuat keputusan tidak selalu muncul bersama dalam mempengaruhi risiko demensia.

Lalu, faktor apa sajakah yang dapat mempengaruhi demensia?

Laman Hello Sehat menyebutkan bahwa terdapat banyak faktor yang dapat memicu demensia. Faktor tersebut ada yang bisa kita ubah dan ada yang tidak.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.