Figurine Kaca, Karya Seni Seniman Indonesia Kolaborasi dengan IKEA

Kompas.com - 28/03/2018, 15:39 WIB
Seniman asal Indonesia, Arkiv Vilmansa memamerkan Hira, karya seni kolaborasinya dengan IKEA, IKEA Alam Sutera, Tangerang, Rabu (27/3/2018). KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYASeniman asal Indonesia, Arkiv Vilmansa memamerkan Hira, karya seni kolaborasinya dengan IKEA, IKEA Alam Sutera, Tangerang, Rabu (27/3/2018).
TANGERANG, KOMPAS.com - Seniman asal Indonesia, Arkiv Vilmansa berkolaborasi dengan peritel perabot asal Swedia, IKEA.
 
Kolaborasi yang tergabung dalam IKEA Art Event 2018 ini membuat figurine -seni tiup kaca asal Swedia yang digabungkan dengan desain dan ide kreatif Arkiv.
 
Diberi nama Hira, karya itu sekilas nampak seperti tengkorak. Terdapat paduan antara warna merah, emas, dan transparan.
 
Arkiv mengatakan, karya ini merupakan representasi dari kehidupannya.
 
Dia mencontohkan penamaan Hira yang diambil dari Gua Hira, tempat Nabi Muhammad SAW mendapat wahyu.
 
"Dan Hira di sini sebagai penanda hijrah bagi saya sendiri," kata Arkiv di IKEA, Tangerang, Rabu (27/3/2018).
 
Hira, figurine kaca hasil kolaborasi seniman asal Indonesia Arkiv Vilmansa dan IKEA, di IKEA Alam Sutera, Tangerang.KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Hira, figurine kaca hasil kolaborasi seniman asal Indonesia Arkiv Vilmansa dan IKEA, di IKEA Alam Sutera, Tangerang.
Butuh waktu sekitar tiga tahun, sebelum akhirnya karya seni ini diluncurkan ke publik.
 
Semua bermula saat Arkiv bertemu dengan Creative Leader IKEA Art Event Henrik Most, saat pameran di Manila, Filipina, tahun 2015.
 
Most tertarik dengan desain-desain Arkiv, dan langsung mengajak bekerjasama mendesain figurine kaca.
 
 
Tiga desain, termasuk desain burung Rajawali, dikirim Arkiv ke kantor pusat IKEA di Swedia. Dari ketiga desain itu, Hira-lah yang terpilih.
 
Tak berhenti di situ, Arkiv diajak berkunjung ke tempat produksi figurine kaca di Maleras yang terletak di Smaland, tidak begitu jauh dari pusat IKEA di Almhult, Swedia.
 
Di sana, Arkiv melihat secara detil desain figurine yang dibuat direalisasikan lewat tangan-tangan terampil.
 
"Saya juga diberitahu kalau proses pengecatan pun harus cepat, dan presisi. Kalau salah sedikit, langsung dilebur lagi," katanya.
 
Karena itu, Arkiv mengaku sangat bangga bisa menjadi bagian dari kolaborasi ini.
 
Selain menggandeng nama IKEA, kolaborasi ini disebut bukan sekadar mengejar profit.
 
 
Sementara itu, Marketing Manager IKEA Indonesia Eliza Fazia mengatakan karya Arkiv termasuk edisi terbatas yang diluncurkan IKEA.
 
Dia tak menyebut berapa jumlah keseluruhan, namun edisi terbatas ini dipastikan tak akan diproduksi ulang jika habis.
 
"Kami ingin karya para seniman terkemuka dinikmati dan dimiliki banyak orang. Mereka tak perlu ke galeri, karena mereka bisa punya dan dinikmati di rumah," kata Eliza.
 
Selain Arkiv, ada tujuh seniman dari negara lain yang digandeng IKEA untuk kolaborasi serupa.
 
Ketujuhnya adalah Joe Ledbetter seniman dan desainer mainan dari Amerika Serikat, Michael Lau, ilustrator dan desainer mainan dari Hong Kong, dan Nathan Jurevicius seniman dari Kanada.
 
Kemudian, Junko Mizuno seniman manga dari Jepang, duo Coarse, Mark Landwehr dan Sven Waschk pemahat dari Jerman, James Jarvis ilustrator dari Inggris, serta Ludvig Lofgren, seniman gelas dari Swedia.
 
Bagi kolektor dan pencinta barang seni, figurine kaca ini dapat langsung dibeli IKEA dengan harga Rp 799.000.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X