Kompas.com - 31/03/2018, 18:15 WIB
. Shutterstock.

KOMPAS.com - Para pelari dan para penikmat olahraga ini tak memiliki sarapan yang berisi ramuan ajaib untuk meningkatkan stamina mereka saat perlombaan.

Sarapan mereka biasanya sangat simpel, bahkan cenderung membosankan.

Hal ini diamini oleh pelari profesional, Brendan Gregg, seperti dikutip dari laman Men’s Fitness,

Dia mengatakan, menu simpel adalah kuncinya. Lalu, apa sarapan sempurna untuk para pelari sebelum perlombaan?

Gregg menyarankan menu yang diasup harus tinggi karbohidrat, mudah dicerna, dan sering diasup.

Baca juga: 15 Olahraga Kardio untuk Mereka yang Tidak Suka Lari

Pastikan juga untuk mengasup maksimal satu jam sebelum perlombaan dimulai. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nah, menu sarapan apa saja yang sesuai untuk sarapan pelari?

Berikut saran dari ahli nutrisi dan Gregg.

1. Bagel gandum utuh yang dioles dengan madu

Makanan ini bisa menjadi salah satu bahan bakar utama saat lari dimulai. Cadangan energi ini akan digunakan tubuh pertama kali setelah "balapan" dimulai.

Hal ini lantaran karbohidrat lebih efisien daripada lemak dan protein.

“Praktik ini umum dilakukan pelari untuk mengasup sarapan tinggi karbohidrat dan rendah lemak,” kata ahli nutrisi dan pelatih lari Matt Fitzgerald.

Baca juga: Agar Segar Sepanjang Hari, Makanlah Pisang di Pagi Hari

Fitzgerald merekomendasikan mengasup sekitar 100 gram karbohidrat sebelum perlombaan.

Bagel dengan madu ini menyumbang hampir 70 persen dari kebutuhan karbohidrat tersebut.

2. Pisang

Dengan sekitar 27 gram karbohidrat, pisang tak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan 100 gram karbohidrat—juga membuat kenyang. 

Para pelari half atau full marathon menghabiskan beberapa jam untuk menelan energi gel dan minuman olahraga.

Tapi makanan utuh seperti buah memberi sedikit rasa kenyang ke perut hingga menginjak garis finish.

3. Kopi

Penelitian membuktikan kafein meningkatkan energi.

Dalam sebuah studi baru-baru ini yang dirilis Physiology and Behaviour, pesepeda yang mengasup kopi lebih cepat dua persen, dibanding mereka yang tak mengasup kopi. 

Fitzgerald merekomendasikan minum satu cangkir satu jam sebelum perlombaan dimulai.

Baca juga: Ini yang Harus Diperhatikan Saat Meracik Kopi...

Kendati demikian, perlu diingat jika kopi bersifat diuretik, sehingga perlu dibiasakan saat latihan. 

Diuretik adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada suatu kondisi, sifat atau penyebab naiknya laju urinasi, alias dapat mempercepat terbentuknya urin.

4. Jus buah Bit

Dari studi U. Exeter, jus buah bit dapat meningkatkan satmina hingga 16 persen bagi para pelari.

Bit berisi nitrat, di mana selama latihan, diubah menjadi nitrit oksida—komponen vital dalam kontraksi otot dan sirkulasi oksigen.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.