Harus Punya Lisensi, Seperti Apakah Olahraga 'Downhill'?

Kompas.com - 02/04/2018, 11:24 WIB
Salah satu peserta Downhill saat memasuki garis finish Ariska AnggrainiSalah satu peserta Downhill saat memasuki garis finish

Baca :Kampanye Gaya Hidup Sehat, Solo Jadi Kota Pertama "Brompton 100 Kilo"

Pria berkulit putih tersebut juga mengatakan bahwa downhill yang diikutinya ini termasuk ringan karena trek yang digunakan tidak terlalu ekstrim seperti downhill murni yang menggunakan jalur sempit berbatu dan terjal.

" Downhill urban ini jalurnya lebih ringan daripada downhill murni karena medan yang dipakai cuma perkampungan penduduk. Tapi, tetap ada hambatan yang bisa dari tanah atau aspal," tambahnya.

Mengingat risiko yang tinggi dalam olahraga ini, maka peserta yang mengikuti turnamen ini juga harus memiliki lisensi yang dikeluarkan oleh PB ISSI (Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia).

"Lisensi ini ibarat surat izin mengemudi bagi pecinta sepeda downhill. Jadi, semua peserta harus punya itu karena ini olahraga yang risikonya cukup besar. Nah, rider yang mendapatkan lisensi ini dilihat dari pengalaman mereka," papar Satriya.

 Baca juga : Panduan Memilih Sepeda Gunung

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X