Kompas.com - 04/04/2018, 21:00 WIB

Kita juga mungkin mengalami gatal-gatal, bengkak, sesak dada, pusing, diare dan kehilangan kesadaran.

Menurut penelitian Tulane University baru-baru ini, POIS pertama kali didokumentasikan pada tahun 2002 dan ada lebih dari 50 kasus yang tercatat di seluruh dunia—tetapi bisa lebih tinggi jika pria belum pernah mendengar kondisi sebelumnya.

Baca juga: Kisah Para Wanita yang Berprofesi sebagai Penguji Mainan Seks

2. Lateks

Lateks adalah salah satu bahan utama yang digunakan dalam kondom, tetapi sayangnya, banyak orang yang alergi.

Ini juga digunakan dalam beberapa mainan seks, sehingga memiliki alergi ini dapat menyebabkan sedikit masalah di ranjang.

Jika memiliki alergi lateks, kemungkinan akan mengalami iritasi vagina, gatal dan rasa seperti terbakar. Beberapa orang mungkin juga mengalami ruam.

Cara termudah untuk menentukan apakah kita memiliki alergi lateks yakni jika timbul reaksi setiap kali berhubungan seks pakai kondom atau produk lain yang mengandung lateks.

Selain itu, ada juga bahan lain dalam kondom dan alat kontrasepsi lain yang juga dapat menyebabkan reaksi buruk, yakni kasein dan paraben. Reaksi biasanya hilang dalam beberapa hari.

Tidak ada peraturan untuk produk seks, sehingga produsen tidak perlu mencantumkan semua materi dalam produk mereka walau ada kemungkinan bikin alergi. Untungnya, ada kondom non-lateks yang bisa dibeli, jadi kamu masih bisa menikmati seks tanpa rasa khawatir.

3. Pelumas

Halaman:


Video Pilihan

Sumber nypost.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.