Mengapa Kita Mengantuk Saat Bosan Dengar Pidato?

Kompas.com - 06/04/2018, 12:35 WIB
Ilustrasi mengantuk ShutterstockIlustrasi mengantuk

KOMPAS.com - Sepintar-pintarnya kita menyembunyikan perasaan dari orang di sekitar, ketika kita sedang merasa bosan biasanya sulit untuk menutupinya karena rasa kantuk kerap datang.

Apalagi, jika kita ngantuk sampai tertidur di tengah momen rapat atau suasana formal lainnya. Beberapa orang memang dengan mudah tertidur saat mereka bosan.

Dokter konsultan tidur Neil Stanley mengatakan bahwa kemampuan seseorang untuk tertidur diatur oleh perasaan aman dan terlindungi.

"Dalam lingkungan yang rendah stres dan aman, seperti momen mendengarkan ceramah atau menonton film, adalah umum bagi sebagian orang untuk merasakan dorongan kuat untuk tidur," katanya seperti dikutip dari Independent.

Stanley menjelaskan, kondisi mental yang tenang ini merupakan prasyarat untuk tidur, karena memungkinkan orang untuk secara kognitif melepaskan diri dari lingkungan mereka, yang terkadang tanpa disadari.

Namun, itu tidak berarti bahwa kebosanan adalah penyebabnya, meskipun kalian mungkin sedang menonton film yang jalan ceritanya datar-datar saja atau sedang mendengarkan pidato panjang.

Menurut Christine Hansen, ahli tidur holistik dan juru bicara Eve Sleep, dorongan tak terduga untuk tidur di siang hari tidak ada hubungannya dengan kebosanan sama sekali. Ini biasanya merupakan cerminan dari tingkat energi keseluruhan orang itu daripada ketidaktertarikan pada suatu hal.

"Biasanya karena tubuh sudah lelah dan perlu memulihkan diri. Jadi, ketika ada kesempatan untuk kurang waspada dan fokus, keinginan tidur langsung mengambil alih," paparnya.

Menurutnya, rasa kantuk akan datang saat orang-orang berada dalam situasi pasif dan tidak menuntut apapun dari mereka.

Lingkungan yang gelap dan hangat juga sering membuat orang-orang tertidur.

Seorang pelatih tidur dan hipnoterapis klinis, Max Kirsten, sependat bahwa kurang tidur sering menjadi penyebabnya orang tertidur di tengah rapat. Namun, sebagian besar orang tidak menyadari bahwa mereka kurang tidur.

Baca :Mengulik Media Sosial Jadi Pengganggu Tidur Zaman "Now"

Kondisi ini biasanya membuat orang bergantung padakafein untuk membangkitkan energi agar tak lagi merasakan kantuk.

"Dikombinasikan dengan toleransi kebosanan yang rendah dan kecenderungan untuk cepat bosan, orang-orang ini mulai melamun, yang dapat menyebabkan mengantuk. Dengan cara yang sama, ini juga membuat pengemudi mengantuk, terutama jika mereka mengemudi di jalan raya dan menatap lampu belakang," papar Max Kirsten.

Menurut Max Kirsten, mereka yang lebih banyak beristirahat dan belum mengonsumsi apapun (mengonsumsi makanan juga bisa membuat kita merasa lelah meski hanya sementara waktu), biasanya tetap terjaga meskipun merasa bosan.

Ahli tidur terkemuka dari Silentnight, Dr Nerina Ramlakhan, menjelaskan rasa kantuk saat siang hari terjadi karena tubuh jatuh ke dalam keadaan kesadaran yang dikenal sebagai trans hypnagogic.

"Ini terjadi jika otak sedang atau telah dibombardir dengan terlalu banyak informasi," paparnya.

Ketika hal itu terjadi, secara tak sadar otak dengan cerdik akan mencari cara untuk berhenti bekerja atau untuk mengosongkan memori mental sehingga kita dapat kembali ke tugas yang ada dengan fokus baru.

"Hal ini umum terjadi pada orang yang terlalu sering terpapar radiasi sinar dari layar," tambahnya.

Jadi, selain mengurangi waktu untuk menatap layar, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi hal in?

Menurut para ahli, cara pertama adalah memastikan kita benar-benar mendapatkan cukup tidur, idealnya minimal tujuh jam semalam.

Bagi penderita insomnia, olahraga teratur juga bisa membantu kita mengatasi hal ini karena ini akan meningkatkan laju metabolisme dan penyerapan oksigen, di mana keduanya kondusif untuk tidur yang nyenyak.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X