Kompas.com - 09/04/2018, 09:00 WIB
Koleksi rancangan Patrick Owen yang menggandeng seniman mural Darbotz di Amazon Fashion Week, Tokyo, Jepang. Dok. Instagram DarbotzKoleksi rancangan Patrick Owen yang menggandeng seniman mural Darbotz di Amazon Fashion Week, Tokyo, Jepang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Desainer Patrick Owen mendapatkan kesempatan membawa budaya Indonesia ke kancah dunia dalam ajang Amazon Fashion Week, Tokyo, Jepang, 23 Maret 2018.

Dalam rancangan kali ini, Owen menggabungkan ciri khasnya, modern dengan konsep tradisional, yang diberi nama “modern traditional”.

Adaptasi lama (mewakili tradisional) dan baru (mewakili modern) dipengaruhi hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-harinya. Semuanya mewakili kesukaan masa kecilnya pada Lego, kekaguman baru yang ditemukan untuk seni Jawa, dan keterikatannya yang tak terhindarkan dengan teknologi. 

Semua ini dimanifestasikan dalam setelan kain dan potongan yang menampilkan cara modern mengenakan kebaya tradisional dan beskap dengan gaya urban.

 

A post shared by Patrick Owen (@patrickowenofficial) on Mar 30, 2018 at 2:36am PDT

Desainer berusia 28 tahun ini memastikan rancangan koleksinya bukan bentuk perlawanan atau tidak menghormati cara tradisional dalam melakukan sesuatu. Desainer yang memulai dari fotografi fashion ini semata-mata ingin memperbarui tradisi, serta merangkul semangat kebebasan untuk berkreasi tanpa takut tabu.

Kolaborasi dengan Darbotz

Owen tak sendiri dalam membawa nama Indonesia di dunia. Rancangan kali ini, Owen menggandeng seniman mural, Darbotz dalam menggarap beberapa koleksi. 

Owen dan Darbotz menggarap motif batik yang ditafsirkan ulang secara kontemporer.

 

A post shared by Patrick Owen (@patrickowenofficial) on Mar 28, 2018 at 9:41pm PDT

“Kami bertemu beberapa kali dan memutuskan untuk menjadikan motif Parang sebagai salah satu cetakan untuk koleksi. Itu tidak hanya dicetak tetapi disulam pada potongan-potongan pakaian,” kata Owen yang didukung LT Pro, UBS Gold, Panorama JTB Tours dan All Nippon Airways.

Darbotz menjelaskan Parang mengartikan kontinuitas.

“Apa yang terjadi di sekitar, apa pun yang kamu lakukan akan selalu kembali kepada kamu. Jika kamu bekerja keras, kamu akan mendapatkan hasilnya,” kata Dabortz kepada Kompas.com.

Dia melanjutkan, karakter yang dibuat Darbotz sendiri memiliki arti kita adalah apa yang kita buat. 

“Cerita tentang bagaimana budaya di sekitar kamu akan memengaruh kamu,” ungkap Darbotz yang senang karena karyanya bisa dikenal di luar dengan membawa kultur Indonesia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X