Kompas.com - 11/04/2018, 08:00 WIB
Ilustrasi anak-anak DragonImagesIlustrasi anak-anak

KOMPAS.com - Selama bertahun-tahun, penelitian telah menunjukkan bahwa urutan kelahiran memengaruhi kepribadian.

Namun, riset baru ini juga menemukan bahwa urutan kelahiran berpengaruh pada karir.

Seperti dikutip dari laman The Independent, riset baru ini dilakukan oleh Disney dalam rangka Hari Saudara Nasional yang jatuh pada tanggal 10 April.

Riset juga dilakukan untuk memperingati hubungan persaudaraan antara karakter Elsa dan Anna dalam film Frozen.

Riset yang dipimpin oleh Psikolog Emma Kenny ini menemukan bukti yang signifikan untuk mendukung teori bahwa urutan kelahiran memiliki efek yang nyata pada karir anak-anak ke depan.

Demi mendapatkan hasil yang akurat, tim ahli statistik menganalisis sampel acak lebih dari 500 orang yang dianggap paling sukses dari 11 kelompok karir yang berbeda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal itu dilakukan untuk mengidentifikasi pola yang signifikan secara statistik.

Salah satu temuan paling jelas adalah, anak-anak yang lahir pada urutan pertengahan, 30 persen lebih mungkin menjadi CEO perusahaan daripada saudara kandung mereka.

Para peneliti berpendapat, hal ini mungkin terjadi karena anak-anak yang lahir pada urutan pertengahan biasanya berjuang lebih untuk mendapatkan perhatian.

Inilah yang akhirnya membuat mereka memiliki kepribadian seperti daya saing, fleksibilitas dan diplomasi.

Kelebihan itu kemudian membuat mereka cocok untuk karir yang membutuhkan pemikiran bijaksana dan tingkat manajemen yang tinggi.

Mark Zuckerberg, Lord Alan Sugar, dan Bill Gates adalah contoh kasus orang yang lahir dalam urutan pertengahan.

Riset ini juga menemukan, anak yang lahir pada urutan pertengahan 41 persen lebih mungkin menjadi atlet Olimpiade.

"Penelitian yang dilakukan selama sebulan terakhir telah menunjukkan, urutan kelahiran merupakan faktor yang signifikan dalam menentukan jenis pekerjaan antara saudara kandung - secara keseluruhan ada kasus yang jauh lebih khas daripada sebaliknya," papar Kenny.

Baca: Penelitian Ungkap, Pasangan yang Tepat Tentukan Kesuksesan Karier

Menariknya, para peneliti menemukan, mayoritas mereka yang berprofesi astronot adalah anak sulung, misalnya Buzz Aldrin dan Neil Armstrong.

Anak-anak sulung juga kemungkinan besar menjadi ilmuwan atau insinyur seperti Stephen Hawking dan Tim Berners Lee.

Anak terakhir -seperti Johann Sebastian Bach dan Mozart - memiliki kemungkinan sebesar 50 persen untuk berkarir dalam bidang musik, terutama musik klasik.

Menurut peneliti, kemungkinan besar ini terjadi karena ciri-ciri kepribadian mereka yang peka dan idealistik.

Bagi anak tunggal, periset menemukan mereka cenderung menjadi seniman karena karakter kepribadian yang perfeksionis dan dewasa.

Para peneliti juga menemukan, ukuran keluarga tidak berperan. Jadi, berapapun jumlah anggota dalam sebuah keluarga tidak terbukti berpengaruh pada karir anak-anak ke depan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.