Unggah Foto Anak di Media Sosial Juga Ada Rambunya - Kompas.com

Unggah Foto Anak di Media Sosial Juga Ada Rambunya

Kompas.com - 12/04/2018, 19:00 WIB
IlustrasiThinkstock Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com — Media sosial saat ini sudah menjadi tempat utama bagi banyak untuk membagikan informasi seputar aktivitas hariannya lewat unggahan status, foto, dan juga video.

Bagi para orangtua, tingkah polah anak-anak yang menggemaskan juga menjadi salah satu obyek yang diunggah di akun media sosial. Sebuah penelitian menyebut, rata-rata orangtua mengunggah lebih dari 1.500 foto anaknya sebelum si anak berusia 5 tahun.

Walaupun sebagian besar orangtua menganggap menampilkan foto atau video buah hatinya bukan sebuah tindakan berbahaya, sayangnya fakta berkata lain. Membagikan foto anak, apalagi dalam pose yang rawan, seperti sedang mandi atau tak berpakaian, bisa membuat anak jadi sasaran kejahatan.

Apalagi, foto dan video yang diunggah para orangtua ke media sosial sifatnya permanen.

"Kalau Instagram story, misalnya, cepat hilang dalam hitungan berapa jam. Tapi foto yang diunggah ke medsos kan tetap ada," kata psikologi anak, Anna Surti Ariani, SPsi, MSc, saat ditemui di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Menampilkan anak di media sosial berarti mempertontonkan anak pada audiens yang lebih besar. Risiko terjadinya tindak kejahatan pun semakin besar, misalnya penculikan. Apalagi, jika orang-orang asing mengetahui kebiasaan anak dan identitas lengkapnya.

Hindari membagikan terlalu banyak identitas, seperti nama lengkap, tanggal lahir, sekolah, alamat lengkap, bahkan kegiatan berlibur anak untuk menghindari pencurian identitas.

Baca juga: Bahayanya Mengunggah Foto Anak di Media Sosial

Anna mengimbau agar para orangtua tak berbagi foto dan video anaknya secara berlebihan (overshare).

"Ada yang overshare, ada juga yang cukup bijak. Kita harus saling mengingatkan supaya kalaupun mengunggah tidak membahayakan," ucapnya.

Ancaman incaran paedofil pun bukan hal yang mustahil. Anna mengimbau para orangtua untuk selalu mengunggah foto anaknya dengan pakaian lengkap. Sebab kenyataannya, banyak pula yang kerap mengunggah foto anak sedang mandi atau mengenakan pakaian minim seperti baju renang.

"Sebetulnya paedofil suka saja, mau anak pakai baju renang atau komplit. Tapi lebih diincar anak-anak yang tidak pakai baju komplit," tuturnya.

Jika anak sudah bisa bicara dan bisa mengutarakan pendapatnya, Anna menilai penting agar orangtua meminta izin jika ingin mengunggah foto mereka.

Sebab, tak semua anak sebetulnya menyukai fotonya dilihat secara luas. Hal itu juga untuk menunjukkan bahwa orang tua menghargai pilihan anak.

"Kalau anak senang, oke saja. Tapi ada anak yang sebenarnya enggak suka. Itu jadi pelanggaran hak asasi anak," ujarnya.


Komentar
Close Ads X