Kompas.com - 16/04/2018, 09:00 WIB
ilustrasi stres di kantor DragonImagesilustrasi stres di kantor

KOMPAS.com - Memberikan hasil kerja yang baik tak lantas membuat perusahaan tempatmu kerja mempertahankanmu.

Ada sejumlah kebiasaan yang juga berpotensi merusak karir, meski kerjamu sudah bagus. Apa saja kebiasaan itu?

1. Berkelakuan buruk

Kebiasaan mengeluh setiap waktu dan berkelakuan buruk bisa menjadi 'pembunuh' karirmu, karena atasan biasanya tak menyukai sikap seperti itu.

Berkelakuan baik perlu dilakukan tak hanya terhadap atasan tapi juga sesama pekerja.

"Supervisor atau atasanmu kemudian akan malas memberikanmu kerja karena mereka tidak mau mendengar hal-hal tidak menyenangkan yang mungkin kamu katakan."

Demikian dikatakan Jason Patel, pakar karir sekaligus pendiri Transizion, -perusahaan persiapan kuliah dan karir, kepada Reader's Digest.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Terungkap, Urutan Lahir Pengaruhi Karir di Masa Depan

2. Jorok

Semua orang terburu-buru di pagi hari. Namun perilaku tidak higienis dan jorok, seperti melewatkan sikat gigi atau tak memakai deodoran hingga menimbulkan bau badan akan membuat orang-orang memiliki kesan buruk terhadapmu.

3. Minim akuntabilitas

Patel menyarankan agar setiap pekerja mengakui jika melakukan kesalahan, dan belajar dari kesalahannya tersebut.

Sebab, indikator kunci dari sikap narsistik adalah tak bertanggungjawab atas apa yang dilakukan dan menyerang orang lain atas kegagalan yang terjadi.

"Awalnya, orang akan mentoleransinya. Namun jika sering dilakukan mereka akan merasa kamu tidak punya karakter pemimpin," kata Patel.

4. Berpakaian buruk

Beberapa perusahaan memperbolehkan karyawannya berpakaian kasual. Namun, bukan berarti kamu bisa menggunakan celana jeans robek dan sandal jepit.

"Berpakaian rapi menunjukkan profesionalitas dan kredibilitas serta memberikan kesan meyakinkan di lingkungan kerja."

Demikian dikatakan Brandi Britton, presiden kewilayahan perusahaan pekerja, OfficeTeam.

Pada survey OfficeTeam, 80 persen eksekutif mengatakan, tampilan pakaian berdampak pada kesempatan seorang pekerja mendapatkan promosi.

Baca juga: Perilaku Masa SMA Pengaruhi Kesuksesan Karir

5. Terlalu wangi

Bau di kantor bisa sangat bervariasi, mulai dari makanan hingga parfum. Hindari menggunakan parfum yang terlalu wangi dan menusuk.

Survei pekerja yang dilakukan OfficeTeam, 19 persen dari mereka mengatakan perusahaannya memiliki kebijakan bebas parfum.

Mereka juga sepakat mengatakan makan makanan yang berbau menusuk adalah hal paling mengganggu.

6. Terlalu penurut

Apakah kamu selalu berkata 'ya" saat disuruh orang lain? Ternyata, terlalu penurut terhadap semua orang bukanlah hal baik.

Heidi McBain, konsultan profesional untuk wanita, mengatakan, kebiasaan tersebut berpotensi merusak performa kerjamu.

7. Tidak detail

Hal ini bisa jadi muncul karena kemalasanmu dan ketergantunganmu pada korektor kata di komputer.

Seperti tak membetulkan kesalahan penulisan, atau memiliki tata bahasa yang buruk. Sederhana namun tepat lebih baik, daripada bekerja banyak namun sering salah.

8. Sering telat

Sering terlambat sangat bisa menghancurkan karirmu. Patel mengatakan, terlebih jika perusahaan tempat bekerjamu memiliki iklim tepat waktu yang kuat.

Sering terlambat menunjukkan ketidakpercayaanmu dengan kultur perusahaan dan bisa membuatmu cepat diberhentikan.

Baca juga: Mau Beralih Karir Tanpa Peduli Usia? Simak 7 Tips Ini

9. Terlalu banyak minta maaf

Mengatakan 'maaf' saat sebetulnya tidak perlu dilakukan akan membuatmu terlihat sebagai pribadi yang kurang meyakinkan."

Pandangan ini disampaikan Jacquelyn Youst, pakar etika dan presiden Pennsylvania Academy of Protocol.

10. Menunjukkan gestur yang kurang meyakinkan

Cara kita berbicara memberikan kesan baik atau buruk pada orang lain. Youst menjelaskan perlunya seseorang menunjukkan gestur yang tepat saat berbicara untuk menunjukkn kepercayaan diri.

11. Tidak percaya diri

Kepercayaan diri akan membuatmu terkesan meyakinkan dan memiliki kredibilitas. Hal itu ditunjukkan dengan kebiasaan kecil, seperti kontak mata, tubuh tegak, jabat tangan yang meyakinkan, dan lainnya.

12. Tidak bisa akrab dengan tim

Patel mengatakan, setiap atasan menginginkn bawahannya bisa akrab dengan tim. Sebab, hal ini menunjukkan setiap pegawai solid dan bisa bekerja bersama dengan baik.

Salah satu contohnya adalah soal kebiasaan minum. Sekalipun kita tidak minum alkohol, namun ikutlah dengan tim saat mereka sedang bersenang-senang, atau ikut merayakan hari-hari penting bersama.

"Menjadi bagian dari tim akan membangun fondasi dan hubungan yang kuat," kata dia.

Baca juga : 8 Rahasia untuk Mencapai Karir yang Sukses

13. Mementingkan hal pribadi saat bekerja

Untuk beberapa hari, mungkin kita pernah meminta izin pulang lebih awal untuk mengurusi hal pribadi.

Misalnya saat rumah kita sedang direnovasi, atau mencuri waktu untuk ngobrol dengan kekasih.

Namun, jika hal itu dilakukan terlalu sering di jam kerja, maka akan menunjukkan kamu tak menghargai pekerjaan dan waktu di perusahaan.

Usahakan tunda memikirkan hal pribadi hingga jam makan siang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.