Bijaklah, Ini 10 Frasa yang "Haram" Diucapkan di Tempat Kerja - Kompas.com

Bijaklah, Ini 10 Frasa yang "Haram" Diucapkan di Tempat Kerja

Kompas.com - 17/04/2018, 20:00 WIB
.VIA THINKSTOCK .

KOMPAS.com - "We have two ears and one mouth, so that we can listen twice as much as we can speak." -Epictetus

Kalimat bijak di atas hendak mengajak kita untuk lebih sadar dan bijak pula dalam menggunakan kata-kata dalam kehidupan sehari-hari. 

Seringkali, karena frustrasi dan atau kesal, kita cenderung mengucapkan apa yang seharusnya tak kita katakan.

Dalil ini pun berlaku di tengah lingkungan kerja. Kolega kita mungkin amat mengesalkan, tapi jauh lebih penting untuk menahan diri, bersabar, dan berpikir panjang, sebelum berkata-kata.

Amat penting bagi kita untuk bersabar, dan berbicara hanya di dalam hati, atau kalau pun terpaksa, gunakan kata-kata sebatas pembelaan. 

Nah, laman wittyfeed.me menguraikan sejumlah frasa yang seharusnya pantang diucapkan di lingkungan tempat kerja.

Baca juga: Terungkap, Urutan Lahir Pengaruhi Karir di Masa Depan

Frasa adalah satuan linguistik yang lebih besar dari kata, dan lebih kecil dari klausa dan kalimat.

Biasanya, frasa-frasa berikut ini kerap muncul di benak kita saat pertama kali berhadapan dengan masalah tertentu, terutama di kantor.

Coba simak, dan mari kita belajar untuk menghindarinya.  

1. Itu bukan masalah saya...

Kita cenderung mengatakan ini ketika sedang bergulat dengan banyak tugas di tangan.

Daripada terdengar kasar dengan kata-kata ini, akan lebih bijak jika kita berujar, "silakan hubungi (nama orang yang bertanggung jawab)."

2.  Ini bisa dilakukan dalam sekejap...

Penggunaan frasa ini hanya akan menunjukkan kesombongan, atau pandangan kita atas diri sendiri yang terlalu tinggi.

Cobalah untuk menjadi lebih rendah hati, dan mintalah kerangka waktu yang realistis untuk tugas tersebut.

3. Ini sama sekali enggak masuk akal...

Jangan pernah memunculkan kesan negatif di kantor. Hal itu tak lebih hanya akan mendatangkan dampak buruk.

Tunjukkan diri kita sebagai figur yang menerima. Lalu gunakanlah frasa -misalnya, "bisakah kamu memberi tahu saya mengapa pilihan ini adalah opsi yang lebih baik?"

4. Saya hanya berasumsi bahwa...

Asumsi sangat berbahaya. Ketika komunikasi bisa menjadi solusi, mengapa memberi ruang pada asumsi.

Sebagai gantinya, carilah cara untuk mendapat klarifikasi.

Baca juga: Meski Kerja Bagus, 13 Kebiasaan Ini Bisa Hancurkan Karirmu

5. Itu adalah hal terbaik yang bisa saya lakukan...

Pernyataan semacam ini hanya akan membuat kita terlihat tak berkualitas. Sebab, kita telah diajari untuk selalu melakukan yang terbaik. Frasa semacam itu tak pantas diucapkan.

Lebih baik meminta atau bertanya apa yang lebih baik dapat dilakukan untuk waktu berikutnya.

6. Mungkin ini salah, tapi...

Untuk menempatkan apa yang kita pikirkan, katakan saja, katakan "saya punya ide ...".

Sebab, jika kita saja meragukan diri sendiri, bagaimana mungkin kolega kita bisa memercayai kita? 

7. Saya enggak punya waktu...

Ini akan membuat kita terdengar angkuh dan sangat egois. Alih-alih mencoba menjelaskan, berikan cara bagaimana itu bisa dilakukan dalam kerangka waktu yang dapat dicapai.

8. Tak ada hal lain yang bisa saya lakukan...

Kalimat ini menandakan kita kalah dengan keadaan. Meminta bantuan adalah pilihan yang lebih baik, dan juga sekaligus membuka kemungkinan adanya alternatif solusi.

9. Tetapi, kita selalu menyelesaikannya dengan cara ini...

Frasa ini membuat kita terlihat tidak fleksibel dan menolak adanya perubahan, di tengah lingkungan kerja yang dinamis.

Melakukan pendekatan yang lebih baik dan mencari tahu bagaimana perubahan tersebut akan diterapkan justru akan mendatangkan keuntungan bagi kita.  

10. Kamu salah...

Jangan pernah mengungkapkan kata-kata selugas itu, sekalipun kita tidak setuju. Letakkanlah kata-kata dengan rendah hati.

Misalnya, -"saya tidak setuju karena alasannya begini... tolong beri tahu saya apa yang kamu pikirkan?"


Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X