Mayoritas Transaksi Non-Tunai untuk Belanja Makanan

Kompas.com - 18/04/2018, 20:49 WIB
Makanan sehat shironosovMakanan sehat

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebutuhan untuk membeli makanan dan minuman (food and beverage/F&B) menjadi alasan utama konsumen menggunakan transaksi non-tunai. Alasan itu pulalah yang membuat aplikasi instant rewards Cashbac fokus pada kategori F&B.

"Sejak Januari tahun ini, sudah lebih dari 200 brand (merchant). Sekitar 90 persen F&B tapi kami akan kembangkan sampai 2.000-an lebih hingga akhit tahun," kata Co-founder dan CEO Cashbac, Mario Gaw dalam peluncuran Cashbac di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Mario menegaskan, jumlah transaksi yang besar memang menjadi alasan utama aplikasi tersebut fokus terlebih dahulu pada kategori F&B.

Menurut salah satu riset yang ditemukan Cashbac, konsumen Indonesia rata-rata menghabiskan 25 persen pendapatannya untuk belanja makanan dan minuman.

Mario menambahkan, riset lainnya bahkan menyebutkan bahwa setiap individu minimal satu kali membeli makan atau minum di luar.

Terutama hal itu dilakukan oleh masyarakat urban. Mario menduga, salah satu alasannya adalah karena banyak masyarakat yang enggan memasak sendiri.

"Antara minum kopi dengan kolega, makan siang atau makan malam. Jadi kaum urban sudah sangat terbiasa dalam gaya hidup mereka tidak memasak lagi," ujarnya.

 CEO Cashbac Mario Gaw, Executive Director Cards and Payment Personal Financial Services of UOB Bank Dessy Masri, Owner, Lewis & Carroll Tea Edward Tirtanata, dan Food Blogger Jiewa Vieri dalam peluncuran Cashbac di Jakarta, Rabu (18/4/2018).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra CEO Cashbac Mario Gaw, Executive Director Cards and Payment Personal Financial Services of UOB Bank Dessy Masri, Owner, Lewis & Carroll Tea Edward Tirtanata, dan Food Blogger Jiewa Vieri dalam peluncuran Cashbac di Jakarta, Rabu (18/4/2018).
Hal senada diungkapkan Executive Director Cards and Payment Personal Financial Services of UOB Bank Dessy Masri. Meski tak mengungkapkan angka, namun Dessy menyebutkan transaksi kartu kredit UOB paling banyak dilakukan untuk keperluan F&B.

Tipe restoran yang dituju variatif. Mulai dari restoran keluarga, restoran makanan Chinese, hingga restoran hotel.

"Memang tren hidup masyarakat, transaksi paling tinggi dari semu transaksi CC adalah dining. Maka tepat kalau Cashbac fokus pada dining," kata Dessy.

Selain F&B, kategori lainnya yang juga sudah ada di aplikasi Cashbac adalah kategori kecantikan.

Namun, Mario mengatakan pilihan kategori tersebut tak didasari oleh jumlah transaksi melainkan dianggap masih berkesinambungan dengan F&B.

"Kami tarik sebagai natural extention dari F&B. Bukan karena kategori kedua yang paling banyak transaksinya. Saya mau buat experience-nya nyambung," tutur Mario.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X