Kompas.com - 23/04/2018, 08:26 WIB
Ilustrasi obesitas dan merokok zoom-zoomIlustrasi obesitas dan merokok
Editor Wisnubrata

Pada umumnya orang obesitas menerima konsekuensi yang lebih berat berupa olok-olok, cap negatif, dan isolasi sosial dari lingkungan sekitar daripada seorang perokok.

Baca juga : Mengapa Obesitas Memicu Penyakit Jantung?

Itu mengapa berbagai studi melaporkan ada lebih banyak orang yang khawatir tentang dampak obesitas dan karena itu lebih rutin memeriksakan kesehatannya, daripada yang konsultasi ke dokter soal bahaya merokok.

Terlebih, banyak pula perokok yang sudah tahu bahwa rokok itu berbahaya tapi merasa sulit atau tidak mampu untuk berhenti, atau lebih parahnya menyepelekan kebiasaan buruk tersebut sehingga lebih jarang berobat.

Inilah yang dapat meningkatkan risiko komplikasi dan kematian dini pada seorang perokok.

Namun ternyata kesimpulannya tidak sesederhana itu. Pada dasarnya, tidak ada jawaban pasti yang mengatakan salah satunya lebih berbahaya sementara yang lain lebih aman di antara keduanya.

Merokok dan obesitas merupakan dua hal yang berbeda, dengan dampak yang berbeda pula. Tetap saja, merokok dan kelebihan berat badan sama-sama berbahaya. Apalagi bila berlangsung dalam waktu lama.

Baca juga : Percuma Jalani Pola Hidup Sehat Kalau Masih Merokok

Dilansir dari laman Men’s Health, sebuah penelitian menyatakan bahwa angka harapan hidup seseorang bisa merosot tajam sebanyak 47 persen bila mengidap obesitas dibandingkan dengan memiliki kebiasaan merokok.

Pasalnya meski obesitas tidak langsung mematikan, namun kondisi ini secara perlahan menggerogoti tubuh dan memupuk munculnya berbagai penyakit kronis yang akhirnya menyebabkan kematian.

Baca juga : Obesitas Lebih Membahayakan Dibanding Rokok

Perbandingan antar keduanya pun tidak memperhitungkan seberapa besar risiko berbagai masalah kesehatan (dan pada akhirnya risiko kematian) yang dihadapi orang-orang yang obesitas tapi juga merokok.

Baik orang merokok maupun orang obesitas sama-sama bisa memperpanjang angka harapan hidup mereka dengan menjalani gaya hidup sehat.

Perubahan ini semata-semata dilakukan untuk mencegah risiko komplikasi kesehatan berbahaya seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung yang bisa diakibatkan oleh keduanya.

Langkah tepat yang harus kamu lakukan untuk bisa panjang umur adalah dengan berolahraga teratur minimal 30 menit setiap hari selama 3-5 hari dalam seminggu, menjaga berat badan tetap sehat dengan pola makan seimbang, serta berhenti merokok dan/atau hindari asap rokok.

Semua hal ini idealnya harus dilakukan setiap orang — tak peduli apakah kamu seorang perokok, orang yang obesitas, maupun keduanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.