Kisah Wati dan Wida, Kartini Kembar dalam Dunia Pedalangan

Kompas.com - 23/04/2018, 15:15 WIB
Seruni Widawati dan Seruni Widaningrum bersama Ki Blacius Subono saat pentas peringatan 1 Suro Seruni Widawati dan Seruni Widaningrum bersama Ki Blacius Subono saat pentas peringatan 1 Suro

SOLO, KOMPAS.com - Emansipasi wanita rupanya telah menyebar dalam segala bidang, termasuk dalam dunia pedalangan. Ini terbukti dengan hadirnya wanita yang mulai berkiprah sebagai dalang.

Dalang adalah profesi yang selama ini didominasi oleh kaum lelaki. Namun, Seruni Widawati dan Seruni Widaningrum berhasil menunjukan kemampuan mereka dalam bidang ini.

Menjadi dalang bukanlah hal yang mudah. Selain membutuhkan keterampilan suara atau dalam dunia pewayangan disebut dengan antawacana, kekuatan kaki dan keterampilan tangan juga diperlukan untuk menyajikan sebuah atraksi menakjubkan saat pementasan wayang.

Meskipun telah mendalami dunia pedalangan sejak duduk di bangku kelas empat SD, gadis kembar kelahiran Wonogiri ini masih mengaku memiliki kesulitan saat beratraksi sebagai dalang.

"Perempuan itu yang paling lemah biasanya keterampilan tangan. Jadi, saya lebih mematangkan kemampuan kaki saya waktu main wayang," papar Wida, sapaan akrab Seruni Widaningrum.

Berbeda dengan saudara kembarnya, Seruni Widawati atau yang akrab dipanggil Wati ini mengakui bahwa kemampuan antawacana adalah kelemahannya.

"Beberapa karakter wayang itu butuh suara yang lantang. Tapi, suara saya ini kecil. Untuk mengakalinya, yah, saya mantapkan saja di pendalaman karakter. Jadi, kalo pas mainin karakter jahat saya bisa sampai melotot-melotot," papar Wati.

Gadis kembar kelahiran Wonogiri ini bercerita bahwa mereka sama sekali tak memiliki turunan darah seni yang membuatnya berniat mendalami dunia seni tradisonal Jawa ini.

"Ayah kami itu guru fisika. Dan, ibu kami, yah, ibu rumah tangga. Kami tertarik pada seni wayang ini karena orang tua yang saat itu mendaftarkan kami masuk sanggar namanya Balai Budaya Minomartani, Yogyakarta," tambah Wida.

Gadis kembar yang tumbuh besar di Yogyakarta ini kompak menyebut Ki dalang Sukisno sebagai sosok yang menginspirasi mereka selama ini.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X