Kompas.com - 27/04/2018, 07:00 WIB
ilustrasi daging ilustrasi daging

JAKARTA, KOMPAS.com - Anemia atau kondisi kadar sel darah merah yang rendah merupakan salah satu penyakit yang paling umum terjadi di masyarakat.

Data Kementerian Kesehatan RI, setidaknya satu dari lima orang Indonesia berisiko terkena anemia, dengan presentase perempuan mencapai 57 persen (data 2013).

Anemia yang diabaikan bisa mengganggu produktivitas seseorang. Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI), Prof. Dr. Endang L. Achadi menjelaskan, anemia terjadi karena rendahnya hemoglobin (sel darah merah).

Padahal, hemoglobin berfungsi membawa oksigen ke seluruh organ tubuh

"Oksigen dibutuhkan ke seluruh organ. Misalnya ke otak supaya berpikir tangkas, otot untuk bergerak," kata Dr. Endang pada acara penegasan dukungan Merck terhadap gerakan 'Indonesia Bebas Anemia' di Jakarta, Kamis (26/4/2018).

"Kalau oksigen ke otak kurang maka kita sulit konsentrasi. Kalau enggak cukup ke otot maka produktivitas turun, diajak ngobrol enggak nyambung," kata Endang.

Ibu hamil dan remaja putri menjadi kelompok yang paling berisiko anemia. Ibu hamil harus berbagi zat besi dengan bayi di kandungan. Sementara remaja membutuhkan zat gizi lebih banyak untuk pertumbuhan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Remaja putri lebih berisiko karena mengalami menstruasi setiap bulannya. Sehingga akan mengeluarkan darah rutin setiap bulan.

Untuk mencegahnya bisa dilakukan beberapa hal. Termasuk dengan mengatur pola makan. Di Indonesia, penyebab utama anemia adalah defisiensi zat besi.

"Penyebab utamanya jelas kekurangan zat besi. Jadi, konsumsi lah makanan bergizi seimbang termasuk makanan kaya sumber zat besi," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.