Kompas.com - 30/04/2018, 17:00 WIB

Nutrisionis Tomomi Takahashi dari The Kaji Sakura Nursery School di Hokaido, memberi saran bagi para orang tua. Saran tersebut adalah membuat waktu makan seolah sebuh perayaan. Sehingga anak-anak bisa menikmatinya.

Tunjukkan pula pada anak-anak bahwa kita menikmati waktu makan dan makanan tersebut terasa sangat enak. Orang tua bisa sangat memengaruhi kebiasaan makan anak-anak mereka.

"Meskipun saat kita sibuk, aturlah waktu makan spesifik sehingga kita bisa duduk dengan anak dan keluarga setidaknya sekali sehari," ujarnya.

3. Ajak anak mencoba makanan-makanan baru

Makanan kesukaan dan makanan yang tidak disukai anak-anak terus berubah. Orangtua bisa berperan dalam mengganti pola makan tersebut dan mengenalkan mereka dengan makanan sehat yang lebih bervariasi.

Caranya, adalah dengan mengatur contoh paket makan. Semakin dini anak dikenalkan dengan makanan sehat, maka semakin sehatlah pola makan mereka di usia anak-anak.

Respons mereka bisa menjadi acuan para orangtua untuk mengenalkan mereka dengan makanan lainnya, bahkan hingga masa remaja dan seterusnya.

Bayi rata-rata hanya perlu sekali dikenalkan dengan makanan baru untuk mencoba dan menyukainya. Sementara anak di atas dua tahun butuh dikenalkan hingga 20 kali.

Jadi, jangan menyerah untuk terus mengenalkan mereka dengan makanan baru.

4. Ganti piring makan malam dengan porsi Jepang

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.