Kompas.com - 02/05/2018, 18:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri baju anak terus berkembang. Agar terlihat menarik dan ceria, baju anak seringkali memiliki warna-warna yang cerah serta model yang lucu.

Tapi, apa sebetulnya yang menjadi pertimbangan utama orangtua saat mencari baju anak?

"Pokoknya faktor kenyamanan nomor satu," kata Brand & Marketing Director COTTONINK, Ria Sarwono.

Hal itu diungkapkannya seusai peluncuran koleksi pertama COTTONINK Mini di Buumi Playscape, Pacific Place Mall, Rabu (2/5/2018).

Sebanyak 26 desain baju anak diluncurkan untuk koleksi tersebut. Terdiri dari t-shirt, sweater, dress lengkap dengan celana, dress dengan t-shirt putih, hingga hiasan kepala seperti topi dan headband.

Beberapa desain juga dibuat menjadi satu set. Sehingga orangtua yang kerap bingung memadupadankan bisa memilihnya sebagai opsi.

Ria menambahkan, terkadang banyak brand lupa atau mengesampingkan bahwa Indonesia adalah negara tropis. Pakaian yang dibuat akhirnya kurang sesuai dengan iklim di Indonesia.

Creative Director COTTONINK Carline Darjanto dan Brand & Marketing Director COTTONINK, Ria Sarwono dalam peluncuran COTTONINK Mini di Buumi Playscape, Pacific Place Mall, Rabu (2/5/2018).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Creative Director COTTONINK Carline Darjanto dan Brand & Marketing Director COTTONINK, Ria Sarwono dalam peluncuran COTTONINK Mini di Buumi Playscape, Pacific Place Mall, Rabu (2/5/2018).
Hal itu kemudian disiasati oleh COTTONINK dalam mendesain baju anak. Misalnya, dengan menggunakan bahan katun yang nyaman atau modifikasi desain baju.

Ria mencontohkan jenis sweater yang dibuat tidak terlalu tebal.

"Intinya kami mendesain dan membuat baju benar-benar kayak dimana kita tinggal," tuturnya.

Sementara itu, Creative Director COTTONINK Carline Darjanto menambahkan, pihaknya mendesain baju dengan gaya yang kasual dan sederhana.

Tampilan yang gaya menurutnya tetap bisa ditunjukkan dari pakaian yang sederhana, seperti t-shirt. Sehingga pakaian itu bisa digunakan pada banyak kesempatan.

Ia menilai, model pakaian menjadi hal kedua yang dipertimbangkan para orangtua saat membeli baju anak.

"Sebagus apapun modelnya kalau bahannya bikin gatal atau enggak enak, bajunya tidak akan dipakai terlalu sering," kata Carline.

"Jadi kenapa baju kami bukan kayak dress, atau yang lainnya karena saya merasa itu enggak nyaman. Dan COTTONINK salah satu yang kami usung adalah harus enak dipakai."

Peluncuran COTTONINK Mini yang dilaksanakan di Buumi Playscape, Pacific Place Mall, Rabu (2/5/2018). Beberapa desain merupakan pakaian kembar ibu dan anak.KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Peluncuran COTTONINK Mini yang dilaksanakan di Buumi Playscape, Pacific Place Mall, Rabu (2/5/2018). Beberapa desain merupakan pakaian kembar ibu dan anak.
Di samping itu, harus dipastikan pula bahwa pakaian anak yang didesain bisa digunakan oleh semua anak.

"Apakah lingkaran leher enak, masuk enggak. Itu sangat penting. Kami enggak mau saat orang pakai produk kami enggak bisa masuk kepalanya, itu bisa jadi masalah dan bikin kesal," ucap Carline.

COTTONINK Mini telah tersedia dan dapat dibeli secara online di www.cottonink.co.id dengan harga mulai dari Rp 49 ribu hingga Rp 329 ribu.

Dari segi warna, koleksi COTTONINK Mini tak menonjolkan warna yang terlalu 'colorful', melainkan lebih memilih monokrom yang dipadukan dengan ikon Babbot.

Warna-warna 'aman' dipilih agar pakaian bisa dengan mudah dipadukan dengan pakaian lainnya.

"Jadi meskipun enggak beli pairing (atasan dan bawahan satu set), mereka bisa matching-in dengan sesuatu yang sudah ada di rumah," ucap Carline.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.