Kompas.com - 03/05/2018, 15:00 WIB
Stir-Fried Spaghetti with Olive Oil, Garlic , Dried Chili And Crispy Bacon, hand hold the fork roll spagetti katekaew na takuathoongStir-Fried Spaghetti with Olive Oil, Garlic , Dried Chili And Crispy Bacon, hand hold the fork roll spagetti

JAKARTA, KOMPAS.com - Kurang gizi bisa menyerang tak hanya anak-anak, namun juga orang dewasa, -tanpa peduli jenis kelamin, bahkan status sosial. 

Kondisi kurang gizi bisa terjadi karena kebiasaan kecil, seperti terlalu memilih-milih makanan (picky).

Misalnya, beberapa orang mungkin kurang suka mengonsumsi sayur atau enggan mengonsumsi makanan laut.

Padahal, kebiasaan memilih-milih makanan ternyata berkaitan dengan stunting alias kurang gizi.

"Picky eater berhubungan erat dengan stunting. Karena macronutrient dan micronutrient harus terpenuhi agar nutrisi cukup."

"Tapi picky eater kan memilih," kata Praktisi Kesehatan Masyarakat, dr. Nurlely Bethesda Sinaga, MPH di Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Baca juga: Jalan-Jalan ke Semarang, Yuk Makan Ikan Bandeng Kaya Nutrisi

Nutrisi macronutrient adalah zat utama seperti karbohidrat, protein, lemak, dan lainnya. Sementara, micronutrient adalah zat pendukung seperti vitamin dan mineral.

Dengan menjadi 'picky eater', maka seseorang akan kekurangan nutrisi dari salah satu atau lebih sumber makanan.

Kondisi tersebut, pada akhirnya bisa berujung pada kondisi kurang gizi.

Dampaknya memang tak akan terlihat secara cepat dan instan, namun dalam jangka panjang.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.