Kompas.com - 03/05/2018, 18:00 WIB

Happy menambahkan, Tulola selalu konsisten menampilkan motif-motif komunal dengan teknik seni murni, dan memberikan perhiasan hasil karya tangan (handmade).

Dia mengaku, karya ini terinspirasi dari kekayaan Indonesia, mulai dari sejarah, karya sastra hingga keberagamannya.

Lewat Tulola, Happy, Sri, dan Head of Business Growth Tulola Franka Franklin Makarim ingin meyakinkan semua orang, motif kekayaan Indonesia memiliki potensi yang luar biasa untuk terus dikembangkan.

"Sekarang kita kan dengan negara lain saling klaim, 'batik milik saya, ini itu milik saya'. Salah satu untuk meyakinkan bahwa motif herritage Indonesia, motif komunal."

"Dan, perajin tetap bisa hidup adalah menjaga pasarnya," ucap Happy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.