Kompas.com - 04/05/2018, 22:34 WIB
CEO PT Berrybenka, Jason Lamuda seusai acara media luncheon di Central Park Mall, Jumat (4/5/2018). KOMPAS.com/Nabilla TashandraCEO PT Berrybenka, Jason Lamuda seusai acara media luncheon di Central Park Mall, Jumat (4/5/2018).

"Kalau kita lihat, brand luar seringkali melihat tren Eropa atau Amerika Serikat."

"Cara berpakaian orang di dua kontinen tersebut sangat berbeda dengan Indonesia," ujar Jason.

Meski memiliki gaya berpakaian yang berbeda, namun orang-orang di Indonesia juga tetap ingin mengikuti tren.

Misalnya, ingin mengikuti tren pakaian yang digunakan aktris Hollywood atau artis-artis barat.

Namun, dengan perbedaan kultur barat dan timur, tren tersebut kemudian disesuaikan.

"Misal, mereka ingin mengikuti Kylie Jenner tapi enggak seterbuka itu, yang mirip dengan itu," kata Jason.

Tak menutup kemungkinan, Berrybenka juga akan berkolaborasi mengeluarkan koleksi bersama merek lokal untuk semakin memperkuat posisi label lokal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jason mencontohkan salah satu kolaborasi Berrybenka, yakni dengan label lokal Cottonink.

Kolaborasi juga bisa dilakukan dengan influencer Tanah Air.

"Membuat koleksi khusus, misalnya jilbab khusus atau pakaian khusus. Kami coba membedakan diri seperti itu (dengan ritel luar)," kata dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.