Benarkah Garam Tidak Boleh Dimasak Karena Akan Jadi Racun?

Kompas.com - 06/05/2018, 15:28 WIB
Ilustrasi menambahkan garam ke masakanDanielTaeger Ilustrasi menambahkan garam ke masakan

KOMPAS.com - Semakin hari, semakin banyak isu mengenai kesehatan maupun makanan yang disebarluaskan melalui media sosial. Salah satunya adalah pendapat bahwa garam tidak boleh dimasak.

Banyak yang percaya garam bisa berubah menjadi racun apabila diolah dan dimasak. Apa mungkin kandungan garam akan berubah menjadi racun saat dimasak?

Garam adalah sumber makanan terbesar yang menyediakan mineral bernama natrium untuk tubuh.

Garam sering disebut juga dengan natrium klorida sebab garam terdiri dari 40 persen natrium, dan 60 persen klorida.

Kandungan garam ini adalah mineral yang bertindak sebagai elektrolit penting dalam tubuh. Mineral-mineral ini membantu menjaga keseimbangan cairan, fungsi saraf, dan fungsi otot tubuh secara keseluruhan.

Maka itu, sangat penting untuk mendapatkan asupan garam dalam makanan sehari-hari, tapi jangan sampai berlebihan.

Terlalu banyak mengonsumsi garam dapat meningkatkan risiko mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi) dan penyakit jantung.

Baca juga : Kebanyakan Makan Garam Juga Bikin Tubuh Gemuk

Dalam satu hari, anjuran konsumsi garam yang tepat adalah kurang dari satu sendok teh untuk orang dewasa.

Sedangkan untuk anak usia 5 tahun ke atas, batas aman asupan garam dalam sehari yaitu setengah sampai tiga perempat sendok teh.

Apa yang terjadi saat garam dimasak? Apa benar berubah jadi racun?

Garam adalah kumpulan dari zat mineral. Memasak tidak mengurangi kadar mineral dalam makanan dalam jumlah yang besar. Kalaupun berkurang, jumlahnya pun tidak terlalu banyak.

Mineral dalam makanan yang biasanya tidak dipengaruhi oleh proses memasak yakni kalsium, natrium, yodium, besi, zinc, mangan, dan kromium.

Halaman:


Sumber

Terkini Lainnya


Close Ads X