Kompas.com - 07/05/2018, 15:25 WIB
Aktris Kristen Bell socialnewsAktris Kristen Bell

KOMPAS.com - Aktris Kristen Bell buka-bukaan tentang gangguan depresi yang dideritanya ketika remaja, juga perjuangan yang sedang dijalaninya untuk kesehatan mental dan gangguan kegelisahan.

Semua keterangan itu dia paparkan dalam sebuah video untuk Child Mind Institute.

Perempuan 37 tahun itu menekankan pentingnya untuk tak serta-merta meyakini persepsi yang disodorkan dalam media massa dan sosial.

"Jangan tertipu oleh 'permainan kesempurnaan' yang dimainkan manusia," kata dia seperti dilansir dari laman Independent.

Baca: Instagram, Media Sosial Paling Buruk bagi Kesehatan Mental

Menurut dia, media sosial seperti Instagram, dan juga majalah, serta acara televisi selalu berusaha untuk menampilkan estetika tertentu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Semuanya akan terlihat sangat indah, dan orang-orang seperti terlihat hidup sempurna, tanpa masalah. Padahal, dia menekankan, setiap manusia pasti memiliki masalah.

Bisa jadi, mereka memilih untuk menyimpan sendiri masalah tersebut.

Kristen Bell juga menekankan pentingnya mencintai diri, baik saat menjalani hari yang baik, atau yang buruk sekalipun. 

“Kamu berhak untuk merasa sama cantik, meski tidak mengenakan riasan, tidak mandi, atau saat hari-hari yang kita lewati dipenuhi tekanan," ungkap dia. 

"Kamu memiliki kewajiban untuk menjaga diri dari dalam dan luar, karena itulah cara kita untuk bisa benar-benar merasa cantik," tambahnya.

Ia juga mengajak setiap orang agar tak merasa hidup sendiri, dan malu dengan diri sendiri.

"Jangan pernah merasa malu tentang keunikan kita, karena ada orang-orang di luar sana yang membantu," kata dia.

Kesehatan mental

Menurut badan amal Mind, masalah kesehatan mental mempengaruhi satu dari empat orang di Inggris.

The Mental Health Foundation menyatakan, wanita di Inggris hampir dua kali lebih mungkin didiagnosis mengalami gangguan kecemasan ketimbang pria.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia?

Data Riset Kesehatan Dasar 2013, Departemen Kesehatan RI menunjukkan, prevalensi ganggunan mental emosional, yang ditunjukkan dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan untuk usia 15 tahun ke atas mencapai sekitar 14 juta orang.

Angka tersebut setara dengan enam persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Sementara itu, prevalensi gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia mencapai sekitar 400.000 orang atau sebanyak 1,7 per 1.000 penduduk.

Jumlah ini kemungkinan besar terus bertambah mengingat perkembangan media sosial, -sebagai salah satu penyebab gangguan mental, yang juga terus mengalami perkembangan.

Baca: Cari Info Soal Kebutuhan Anak Lewat Medsos Bisa Bikin Depresi? 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.