Kompas.com - 08/05/2018, 16:00 WIB

"Biasanya kalau saya sendiri bacanya artikel-artikel di smartphone."

"Enggak ribet kaya buku, kita cuma tinggal googling terus informasi yang kita butuh langsung muncul, cuma ya pilih-pilih juga sumber bacaannya," ucap Pamella.

Vira dan Pamella hanya dua dari banyak warga Indonesia yang tidak terlalu gemar membaca buku.

Padahal, dalam kesehariannya Pamella, misalnya, bekerja sebagai penulis konten di salah satu perusahaan start up.

Baca juga: Ayah, Ini Manfaat Membaca Buku Bersama Si Kecil

Jika melihat posisi pekerjaannya itu, setidaknya, ia perlu membaca isu-isu terkini yang beekaitan dengan konten yang akan ditulisnya.

Namun, sumber informasi menurut Pamella, bisa dicari dari beragam situs, baik dalam maupun luar negeri. Atau, melalui wawancara langsung dengan pakar.

Lalu, bagaimana dengan mereka yang sehari-harinya tak berkepentingan membaca buku? Apakah kegiatan membaca buku sudah benar-benar terkesampingkan?

Menurut data survei Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan (UNESCO) pada 2015, tercatat, minat membaca masyarakat Indonesia sebesar 0,001 persen.

Artinya, hanya satu dari 1.000 orang di Indonesia yang suka membaca.

Sedangkan studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, menyebutkan, Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.