Kapan Aktivitas Masturbasi Dianggap Berbahaya?

Kompas.com - 09/05/2018, 22:00 WIB
Pria yang atraktif sebagian besar hanya cocok untuk dijadikan kekasih, bukan pasangan hidup. HOSURONLINEPria yang atraktif sebagian besar hanya cocok untuk dijadikan kekasih, bukan pasangan hidup.

KOMPAS.com - Masturbasi masih dianggap tabu, namun diam-diam orang masih melakukan, bahkan ada yang rutin.

Ada banyak mitos yang dipercaya orang tentang masturbasi, termasuk frekuensi yang masih aman dan tidak, bahayanya, dan benarkah kebiasaan ini bisa menyebabkan impoten.

Terapis seks Dan Dranke mengatakan tak ada angka pasti soal limit masturbasi. Menurutnya, masturbasi baru menjadi masalah saat berdampak negatif pada kehidupan.

Lalu bagaimana tanda-tanda negatif tersebut, berikut yang bisa diwaspadai.

1. Menyakiti diri sendiri

Ahli urologi Southern Illionis University Tobias Kohler mengatakan ada beberapa orang melukai diri sendiri karena masturbasi. 

Cedera ini bisa ringan, misalnya, pengelupasan kulit atau kondisi yang lebih serius seperti penyakit Peyronie, atau penumpukan jaringan parut di batang penis karena terlalu sering mendapat tekanan.

Karena itu, kenali jika merasa ada yang sakit di area penis, coba kurangi masturbasi.

2. Mengacaukan pekerjaan

Tanda lain yang perlu diwaspadai ketika masturbasi mulai mengganggu kehidupan sosial, pekerjaan atau keinginan berhubungan seks dengan pasangan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X