Makanan Cepat Saji Bisa Bikin "Bad Mood", Ini Penjelasannya - Kompas.com

Makanan Cepat Saji Bisa Bikin "Bad Mood", Ini Penjelasannya

Kompas.com - 12/05/2018, 15:02 WIB
IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

KOMPAS.com - Makanan cepat saji alias fast food menjadi salah satu jenis makanan yang paling banyak dikonsumsi orang, termasuk di Indonesia.

Alasannya beragam. Mulai dari harga yang terjangkau, hingga penyajiannya yang cepat, sesuai namanya.

Tapi, tahukah kamu bahwa mengonsumsi makanan cepat saji bisa memengaruhi emosi seseorang?

Kesimpulan ini disampaikan penulis "The Happiness Diet", Rachel Kelly, seperti dikutip laman Business Insider.

Rachel menjelaskan, kentang goreng yang kita makan bersama dengan burger atau nugget sangat kaya akan transfat atau lemak trans.

Baca juga: Begini Awal Mula Makanan Cepat Saji Muncul...

Lemak trans mengacaukan keseimbangan asam lemak omega 3 dalam tubuh.

Sebuah penelitian pernah menemukan, rendahnya asam lemak omega 3 dalam tubuh bisa memunculkan mood yang buruk.

Efek lain dari kekurangan asam lemak omega 3 adalah pesimisme, depresi, dan agresi.

Tak hanya makanan di restoran cepat saji, namun soda diet juga memiliki ecek yang sama.

Soda diet mengandung pemanis buatan Aspartame yang menggantikan gula.

Para pakar mengungkap, asam amino yng terkandung dalam Asartame memiliki kemampuan untuk mengurangi produksi serotonin dalam tubuh.

Baca juga: Makanan Cepat Saji Serang Sistem Kekebalan Tubuh

Serotonin berfungsi -salah satunya, mengatur emosi seseorang.

Mengonsumsi sedikit serotonin dapat berarti juga mendapatkan sedikit kebahagiaan.

Jadi, pada intinya, makanlah makanan cepat saji yang kamu suka. Namun, bersiaplah dengan efek yang mungkin datang setelahnya.

 


Komentar
Close Ads X