Menjanjikan, Suntikan Sel Punca Berpotensi Sembuhkan Disfungsi Ereksi - Kompas.com

Menjanjikan, Suntikan Sel Punca Berpotensi Sembuhkan Disfungsi Ereksi

Kompas.com - 16/05/2018, 09:05 WIB
ilustrasi pria ilustrasi pria

KOMPAS.com - Para pria, mungkin ini adalah saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal kepada viagra. Pasalnya, disfungsi ereksi yang dialami beberapa pria sudah bisa diatasi tanpa harus menelan pil viagra berkali-kali.

Para peneliti yang tergabung dalam Danish Center for Regenerative Medicine (DCRM) di Denmark menawarkan terapi baru berupa penyuntikan sel punca ke penis. Terapi ini telah dicobakan ke delapan pria dan sukses mengembalikan kejantanan mereka.

Para pria tersebut setidaknya punya harapan untuk tetap dapat menikmati hubungan intim layaknya pria normal tanpa gangguan ereksi selama satu tahun pasca diinjeksikan sel induk punca.

Tentu ini jadi angin segar karena disfungsi ereksi kerap jadi momok bagi para pria dan menghilangkan kepercayaan diri mereka.

Baca juga: Tak Hanya Sebagai Obat Kuat, Viagra Berpotensi Cegah Kanker

Sementara itu, dari 70 percobaan awal, peneliti masih menanti hasil penerapan temuan mereka ke 12 pria lainnya. Nantinya, kesimpulan dari seluruh percobaan ini akan dipaparkan di pertemuan European Society of Human Reproduction and Embryologi di Barcelona, Juli mendatang.

Gagasan Awal

Mulanya para peneliti tergerak untuk membantu para pria yang terpaksa harus melakukan prosedur prostatektomi (pengangkatan tumor atau kanker pada prostat).

Tindakan ini mengakibatkan pria mengalami sejumlah gangguan di alat vitalnya yang memengaruhi kualitas hubungan intim, seperti impotensi, dan disfungsi ereksi. Gangguan tersebut dipicu oleh rusaknya pembuluh darah dan saraf ketika operasi berlangsung.

Baca juga: Viagra Berpotensi Selamatkan Banyak Nyawa dari Kanker Kolorektal

Selain itu, penis juga menyusut ukurannya. Pengecilan penis dipicu oleh pembuluh darah yang menyempit.

Permasalahan tersebut menimbulkan kegelisahan para peneliti, hingga muncullah ide terapi sel punca.

Kelak, jika terapi yang digalakkan para peneliti di Denmark ini telah lolos uji klinis dan terbukti mempertahankan kejantanan pria seumur hidup, maka akan memberi harapan baru bagi para pria.

Pasalnya, sebagian pria mengalami disfungsi ereksi yang disebabkan berbagai hal, seperti tindakan operasi kanker prostat, penyakit jantung, diabetes, dan penuaan.


Komentar
Close Ads X