Kali Pertama, Ilmuwan Lakukan Transplantasi Memori pada Siput Laut - Kompas.com

Kali Pertama, Ilmuwan Lakukan Transplantasi Memori pada Siput Laut

Kompas.com - 16/05/2018, 20:09 WIB
Aplysia californica.Chad King/NOAA MBNMS/Wikimedia Commons Aplysia californica.

KOMPAS.com – Anda tidak sedang bermimpi atau pindah ke masa depan. Para ilmuwan telah berhasil memindahkan memori dari satu siput laut ke siput laut lainnya hanya dengan suntikan pada 2018.

Dilansir dari Science Alert, Selasa (15/5/2018), tim peneliti yang dipimpin oleh pakar biologi David Glanzman dari University of California ingin memahami cara kerja engram (jejak fisik dari penyimpanan memori) dalam usaha untuk mengembalikan memori yang hilang dan mengurangi trauma seseorang.

Mereka merujuk pada penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa memori jangka panjang bisa disimpan setelah amnesia dengan komponen penting yang meskipun belum diketahui secara pasti, tetapi diduga melibatkan modifikasi epigenetik yang dilakukan oleh asam ribonukleat (ARN).

ARN ini juga diketahui terlibat dalam pembentukan memori jangka panjang.

Dari situ, Glanzman dan timnya berhipotesis bahwa memori jangka panjang bisa dipindahkan dengan menyuntikkan RNA dari satu siput laut ke siput laut lainnya.

Baca juga: Pertama di Dunia, Transplantasi Seluruh Penis dan Skrotum Dilakukan

Untuk membuktikan hal ini, para peneliti membagi siput laut Aplysia californica menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama diberi kejut listrik tingkat rendah pada bagian ekornya setiap 20 menit selama satu jam yang diulang setiap hari. Ketika siput disentuh, mereka dengan segera mengerut sekitar 50 detik untuk melindungan dirinya.

Sebaliknya, kelompok kedua hanya mengerut selama satu detik ketika disentuh ujung ekornya.

Para peneliti kemudian mengambil RNA dari kedua kelompok dan menyuntikkan ke siput-siput lain yang tidak dilatih.

Hasilnya yang telah dipublikasikan dalam jurnal eNeuro sangat mengejutkan.

Baca juga: Kali Pertama di Dunia, Pria Ini 2 Kali Lakukan Transplantasi Wajah

Siput yang menerima RNA dari kelompok pertama seakan-akan telah dilatih dan mengerut selama 40 detik ketika disentuh. Sementara itu, siput yang menerima RNA dari kelompok kedua tidak menunjukkan perubahan respons ketika disentuh.

Untuk semakin meyakinkan hasil mereka, tim Glanzman kemudian mengambil sel saraf motor dan sel saraf sensori dari siput yang tidak terlatih untuk ditambah RNA dari kedua kelompok siput.

Bédécarrats et al., eNeuro, 2018 Siput laut

Ternyata, tambahan RNA dari kelompok pertama meningkatkan pergerakan sel saraf sensori. Sebaliknya tambahan RNA dari kelompok kedua tidak memiliki efek tersebut pada sel saraf sensori.

Temuan ini meyakinkan Glanzman dan tim bahwa memori sebetulnya disimpan pada sel saraf, bukan sinapsis atau struktur yang menghubungkan sel saraf seperti yang dipercaya selama ini.

“Jika memori disimpan di sinapses, tidak mungkin eksperimen kami berhasil,” ujar Glanzman.

Meski demikian, para peneliti mengakui bahwa penelitian mereka memiliki batasannya. A californica memang memiliki sel saraf yang serupa dengan manusia. Akan tetapi, apa yang ditemukan pada hewan tidak bisa langsung diaplikasikan pada manusia.

Selain itu, ada kemungkinan RNA bukan memindahkan memori, tetapi proses lainnya. Hal ini diungkapkan oleh pakar biokimia Tomás Ryan dari Trinity College Dublin yang tidak terlibat dalam studi.



Close Ads X