Saran Penting untuk Penderita Diabetes yang Ingin Ikut Berpuasa - Kompas.com

Saran Penting untuk Penderita Diabetes yang Ingin Ikut Berpuasa

Kompas.com - 17/05/2018, 17:00 WIB
.Getty Images/iStockphoto .

KOMPAS.com - Bagi para penderita diabetes yang hendak menjalani ibadah puasa Ramadhan, maka ada hal penting yang patut diperhatikan.

Salah satunya adalah, pengetesan kadar gula darah selama puasa berlangsung harus dilakukan secara berkala. Terutama di minggu pertama Ramadhan.

Hal ini penting, demi memastikan bahwa kadar gula darah berada di level yang aman.

Saran tersebut dipublikasikan Qatar Diabetes Association (QDA) seiring dengan datangnya bulan suci Ramadhan. 

Dalam imbauan tersebut QDA pun menegaskan bahwa langkah pengetesan gula darah tidak membatalkan puasa. 

Saran lainnya adalah, jika penderita mendapati level gula darahnya anjlok, atau hasil pemeriksaan berada di bawah 70 mg/dl, maka penderita harus membatalkan puasanya segera. 

Baca juga: Bukan Cuma yang Manis, Kenalilah Makanan Pendongkrak Gula Darah

Banyak minum

Sementara itu, untuk menghindar dari dehidrasi dan melindungi fungsi ginjal, penderita diabetes harus mengonsumsi banyak air di masa antara berbuka dan sahur. 

Lalu, harus pula disadari bahwa hidangan seperti jus, kurma, atau pun kue kering menyebabkan peningkatan tajam dalam kadar gula darah.

Jadi, penderita diabetes wajib menghindari atau mengontrol asupan jenis-jenis makanan tersebut.

Di sisi lain, dukungan keluarga bagi penderita diabetes yang hendak beribadah pun merupakan faktor yang amat penting.

Salah satu bentuk dukungan itu adalah dengan mengadopsi makanan sehat penderita diabetes bagi seluruh keluarga, di samping tetap menjaga pola hidup yang aktif. 

Karbohidrat dikenal amat memengaruhi kadar gula darah, sehingga penderita diabetes harus waspada dalam menyantap makanan tersebut.

Kandungan karbohidrat banyak ditemukan dalam nasi, pasta, roti, dan beberapa jenis sayuran. Juga buah dan beragam hidangan penutup. 

Baca juga: Penyebab Kadar Gula Darah Gampang Naik Turun

Hindari makanan berlemak

Makanan dengan kadar lemak tinggi, seperti makanan yang digoreng, hidangan penutup juga mampu mendongkrak gula darah.  Jadi cobalah membuat makanan yang rendah lemak.

Sementara itu, bagi penderita yang sudah menggunakan suntikan insulin disarankan oleh dokter maupun pemuka agama, untuk tidak melakukan ibadah puasa. Apalagi jika kondisi itu dialami oleh anak-anak ataupun perempuan hamil.

Hal itu patut diperhatikan karena menyangkut risiko datangnya komplikasi akut. 

Mereka yang mengidap diabetes amat disarankan untuk melakukan diskusi dengan dokter terkait rencana puasa yang akan dijalankan. 

Secara umum, mereka yang menggunakan obat-obatan atau melakukan terapi diet, dan memiliki level gula darah yang stabil, dapat aman melakukan ibadah puasa.

Namun pengecekan berkala tetap harus dilakukan di sepanjang hari.

Hindari kafein

Selain itu, untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik selama puasa, penderita disarankan untuk menghindari minuman berkafein.

Sebutlah, coffee, tea, dan juga soft drink. Jenis minuman tersebut memicu rasa ingin buang air kecil yang lebih sering.

Selanjutnya, untuk mengurangi risiko level gula darah yang terlalu rendah selama berpuasa, disarankan agar makan sahur dilengkapi dengan protein.

Protein ini bisa didapat dari keju, yoghurt, telur, dan makanan kaya serat lain, seperti oatmeal dan kacang-kacangan. 

Sayuran

Sayuran pun dikenal baik untuk kesehatan. Kandungannya yang rendah kalori mendatangkan efek yang baik bagi kadar gula darah.

Maka disarankan, para penderita diabetes memasukkan kandungan itu saat akan sahur atau pun berbuka.

Baca juga: Lensa Kontak Pintar, Mampu Pantau Kadar Gula Darah

Lalu, yang juga perlu diingat adalah, menjaga porsi kecil hingga sedang, demi menjaga pertambahan berat badan yang drastis selama Ramadhan. 

Mereka yang hidup dengan diabetes harus selalu melakukan pengecekan kadar gula darah sebelum mengemudi, utamanya di saat sedang berpuasa.

Hal itu dilakukan untuk memastikan kondisi gula darah masih berada di level normal.

Hindari aktivitas fisik yang berlebih di masa puasa. Utamanya sebelum waktu berbuka. Lalu, hindari pula tidur dalam jangka waktu yang panjang, khususnya di sore hari, sebelum berbuka.

Selalu ingat untuk menahan santapan sahur secukupnya, untuk menghidari lonjakan gula darah di masa berpuasa. 

Juga penting untuk selalu membawa tablet glukosa, jus, atau permen sebagai tindakan cepat mengatasi anjloknya kadar gula darah saat berpuasa. Juga ketika sedang menjalankan ibadah tarawih di masjid. 

Para penderita diabetes disarankan untuk menjaga kadar gula darah antara 100 – 200mg/dl selama masa puasa, agar terhindar dari hypoglycemia dan hyperglycemia.

Baca juga: Ahli Temukan Lima Tipe Diabetes Berbeda, Bukan Hanya Tipe 1 dan Tipe 2


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X