Kompas.com - 22/05/2018, 04:04 WIB
Ilustrasi madu ALLEKOIlustrasi madu
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Apa minuman andalan kamu saat sahur? Teh, susu, kopi, ataupun air putih adalah beberapa jenis minuman yang sering menjadi pendamping makan di waktu sahur.

Namun, ada beberapa orang yang memilih minum madu saat sahur. Entah diminum langsung atau dicampur dengan air putih hangat atau teh.

Kedua cara minum madu ini sah-sah saja untuk dilakukan, dan tentunya dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh selama menjalani ibadah puasa. Apa saja, ya?

1. Meningkatkan energi tubuh

Selama menjalani ibadah puasa, tubuh diharuskan untuk menahan lapar dan haus. Ditambah dengan padatnya aktivitas yang mungkin kita jalani, tubuh harus bekerja lebih keras guna menyuplai energi sebagai pendukung semua kegiatan.

Nah, selain mencukupi kebutuhan energi tubuh dari makanan yang sehat dan bergizi, kita juga bisa minum madu saat sahur untuk mengoptimalkan energi di awal hari.

Menurut National Institute of Health, minum madu saat sahur kurang lebih sebanyak satu sendok makan ternyata setara dengan asupan 17 gram karbohidrat. Itu sebabnya madu bisa jadi salah satu pilihan tepat untuk meningkatkan kebutuhan energi.

Hal ini dikarenakan madu mengandung sejumlah gula alami seperti fruktosa, maltosa, glukosa, dan sukrosa.

Saat masuk ke dalam tubuh, kandungan tersebut akan diolah menjadi kalori, yang bisa diandalkan untuk meningkatkan energi tubuh selama beraktivitas di kala puasa.

Baca juga: 5 Makanan Buka Puasa yang Cepat Pulihkan Energi

2. Sebagai pengganti gula

Kita mungkin jadi lebih sering makan aneka jenis makanan manis di bulan puasa. Pasalnya, di waktu sahur dan berbuka minuman dan makanan manis lazim dihidangkan untuk menambah produksi energi dalam tubuh.

Gula yang dicampurkan dalam makanan dan minuman memang bisa menambah kalori, hanya saja tidak akan memberi nutrisi bagi tubuh. Sesekali, kita bisa mencoba alternatif lain seperti madu.

Madu tidak hanya akan memberi rasa manis dan lezat pada hidangan, tapi juga mengurangi efek buruk yang diakibatkan oleh konsumsi gula berlebihan. Meski begitu, penting bagi kita untuk tetap memerhatikan batasan konsumsi madu yang optimal.

Baca juga: 10 Hal yang Terjadi Saat Kita Mengurangi Gula

3. Mencegah asam lambung naik

Bagi penderita refluks asam lambung alias GERD, bulan puasa bisa menjadi suatu tantangan tersendiri. Kamu harus ekstra hati-hati dalam mengatur pola makan guna menghindari asam lambung naik saat puasa.

Selain memilah-milah jenis makanan dan menerapkan pola makan yang teratur, menambahkan madu ke dalam daftar minuman saat sahur juga bisa memberi manfaat baik bagi kesehatan tubuh.

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa madu dapat mencegah peningkatan asam lambung, dengan cara memberi perlindungan pada kerongkongan (esofagus) dan lambung.

Maka itu, madu bisa membantu mengurangi risiko penyakit GERD yang dapat memicu peradangan dan nyeri pada ulu hati, dilansir dari Medical News Today.

Baca juga: Berbagai Minuman yang Bisa Mengurangi Gejala Asam Lambung

4. Menurunkan kadar trigliserida

Setelah menahan lapar dan haus seharian, banyak orang yang jadi kalap ketika menyantap makanan dan minuman di waktu berbuka puasa.

Itu sebabnya, tak jarang yang memilih memakan semua jenis makanan tanpa berpikir panjang akan dampak kesehatan yang ditimbulkan.

Alih-alih memenuhi kecukupan gizi dalam tubuh, makan dalam jumlah banyak tanpa memikirkan dampaknya justru bisa menjadi bumerang bagi kesehatan, salah satunya bisa memicu naiknya kadar trigliserida dalam tubuh. Terutama jika kamu termasuk penggemar makan makanan berlemak.

Peningkatkan kadar trigliserida ini tidak bisa dianggap remeh, sebab bisa berujung pada penyakit diabetes dan penyakit jantung.

Uniknya, penelitian yang dimuat dalam Journal of Medicinal Food membuktikan bahwa ada hubungan antara minum madu secara teratur dengan penurunan kadar trigliserida.

Baca juga: Mengenal Jenis Lemak yang Paling Jahat

5. Meredakan gejala flu dan batuk

Beragam kegiatan yang dijalani disertai dengan kurang menjaga kesehatan tubuh bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh. Pada akhirnya, kondisi ini dapat memicu timbulnya berbagai penyakit, salah satunya flu dan batuk.

Jangan khawatir, bila kondisi tersebut menyerang tubuh di kala puasa. Pasalnya, sebuah penelitian menyatakan bahwa madu bekerja ampuh dalam mengurangi batuk yang menyiksa di malam hari, sekaligus bisa meningkatkan kualitas tidur bahkan mirip dengan obat batuk yang mengandung dextromethorphan dan diphenhydramine (antihistamin).

Rutin minum madu saat sahur atau berbuka, perlahan bisa mengobati batuk dan pilek.

Baca juga: Redakan Batuk dan Jerawat, Kenali Manfaat Alami Madu

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.